Jumat, 15 Mei 2026

Banjir Sumatra

Tapanuli Tengah dan Sibolga Lumpuh Lima Hari, Warga Terisolasi Tanpa Listrik, Makanan, dan BBM

Tapanuli Tengah serta Kota Sibolga sejak Selasa (25/11/2025) masih terputus total dari dunia luar akibat banjir bandang dan longsor

Tayang:
BPBD Kabupaten Tapanuli Utara
WARGA SIBOLGA TERISOLASI - Tanah longsor yang menutup sejumlah akses jalan warga di Kabupatem Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Selasa (25/11). Bencana banjir bandang dan longsor yang menghantam Tapanuli Tengah serta Kota Sibolga sejak Selasa (25/11/2025) membuat dua wilayah pesisir barat Sumatra itu masih terputus total dari dunia luar, dengan tanpa listrik, tanpa internet, dan tanpa akses logistik. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Hingga Sabtu (29/11/2025), Tapanuli Tengah dan Sibolga masih lumpuh setelah diterjang banjir bandang dan longsor.

Tanpa pasokan makanan dan BBM, warga kehabisan persediaan, sementara korban tewas melonjak menjadi 303 jiwa akibat siklon tropis yang menyapu pesisir barat Sumatra.

Bencana banjir bandang dan longsor yang menghantam Tapanuli Tengah serta Kota Sibolga sejak Selasa (25/11/2025) membuat dua wilayah pesisir barat Sumatra itu masih terputus total dari dunia luar, dengan tanpa listrik, tanpa internet, dan tanpa akses logistik.

Di tengah gelapnya malam dan tebalnya lumpur yang menutup jalan, ribuan warga bertahan dengan persediaan makanan yang kian menipis.

Yustinus Laoli, warga Dusun 2 Sitonggitonggi, Desa Lubuk Ampolu, menjadi satu dari sekian banyak penyintas yang menyaksikan rumah-rumah di kampungnya dihantam banjir bandang.

“Kami semua selamat, tapi stok makanan sudah hampir habis. Bantuan pemerintah belum ada sama sekali,” ujarnya kepada Kontan, Sabtu.

Baca juga: Pemerintah Prabowo Janji Urus Kerusakan Hutan Sumatra Utara Usai Banjir Maut

Satu-satunya jalur komunikasi warga hanyalah internet Starlink yang dipasang pemerintah, itupun hanya boleh dipakai lima menit per orang untuk memberi kabar kepada keluarga.

Warga harus antre panjang, sebagian masih gemetar mengingat derasnya banjir yang menerjang rumah mereka.

Sejak bencana terjadi, hampir seluruh toko sembako tutup.

ATM tak berfungsi, jaringan listrik putus, sementara stok BBM di sejumlah SPBU sudah habis.

Banyak kendaraan tak lagi bisa bergerak karena tanpa bahan bakar.

“Kami punya uang, tapi tetap tak bisa beli makanan. Tidak ada toko buka. Air bersih pun susah,” ujar Ina Risman Daeli, warga Kelurahan Lopian.

Jalan-jalan di kawasan Badiri juga dipenuhi lumpur setinggi lutut yang membuat kendaraan tak bisa melintas.

Warga terpaksa ke Sibolga untuk mencari bahan makanan, itu pun sulit karena toko-toko kehabisan stok.

Bantuan Tersendat

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved