Jumat, 12 Juni 2026

Kesehatan

Kampanye 3-2-1 AQUVIVA, Cara Mudah Jaga Hidrasi Selama Puasa Ramadan

Untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan cairan harian, diperkenalkan pula kampanye pola hidrasi 3-2-1 AQUVIVA yang sederhana dan mudah diingat.

Tayang:
Warta Kota/Mochamad Dipa Anggara
Senior Brand Manager AQUVIVA, Devi Chrisnatalia (tengah) dan Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Cut M.Gizi, SpGK, FINEM, AIFO-K, CSNC, CHt (kanan) foto bersama saat peluncuran kampanye 3–2–1 AQUVIVA di Kimaya, Slipi, Jakarta, Kamis (12/2/2026).  

WARTAKOTALIVE.COM, SLIPI – Lebih dari 60 persen tubuh manusia terdiri dari air yang berperan dalam berbagai fungsi penting.

Air mendukung sirkulasi darah, menjaga massa otot, kesehatan jantung, fungsi ginjal, hingga kinerja otak. Bahkan, gangguan konsentrasi dan sulit fokus sering kali menjadi tanda awal dehidrasi ringan.

Menyambut bulan suci Ramadan, Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Cut M.Gizi, SpGK, FINEM, AIFO-K, CSNC, CHt menegaskan pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh selama berpuasa.

Menurutnya, masyarakat Indonesia sebenarnya sudah memahami bahwa tubuh membutuhkan asupan air yang cukup setiap hari.

Namun, pola konsumsi air yang terencana masih belum diterapkan secara konsisten, sehingga risiko dehidrasi tetap terjadi, terutama saat puasa.

“Puasa bukan alasan aktivitas jadi tidak optimal. Justru kalau kita mengatur pola minum dengan baik, produktivitas tetap bisa maksimal,” ujarnya dalam talkshow peluncuran kampanye 3–2–1 AQUVIVA di Kimaya, Slipi, Jakarta, Kamis (12/2/2026). 

Lebih lanjut, dr. Cut mengatakan, bahwa gangguan konsentrasi atau sulit fokus sering kali menjadi tanda awal dehidrasi ringan.

“Banyak yang merasa sulit berkonsentrasi atau cepat lelah saat puasa, lalu menganggap itu hal biasa. Padahal bisa jadi itu tanda awal tubuh kekurangan cairan,” jelasnya.

Selama 12 hingga 14 jam berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan. Karena itu, pengaturan waktu minum menjadi kunci agar kebutuhan cairan tetap tercukupi.

dr. Cut menyarankan pembagian waktu minum dalam tiga momen utama, yaitu saat berbuka puasa, untuk rehidrasi awal setelah seharian menahan haus.

Kemudian setelah tarawih, untuk mengganti cairan dan mendukung proses metabolisme serta pencernaan.

Lalu saat sahur, sebagai persiapan menghadapi puasa panjang keesokan harinya.

"Selain air mineral, konsumsi makanan yang kaya kandungan air seperti sayur dan buah juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh," sebutnya.

Tujuh tips jaga hidrasi selama Ramadan

dr. Cut juga membagikan sejumlah tips agar tubuh tetap terhidrasi optimal selama puasa:

  1. Pilih air minum yang higienis dan berkualitas.
  2. Minum secara teratur sesuai pembagian waktu.
  3. Penuhi cairan sebelum beraktivitas di luar ruangan.
  4. Tambahkan asupan cairan jika berolahraga setelah berbuka.
  5. Bawa persediaan air minum sendiri agar kebutuhan terpantau.
  6. Konsumsi sayur dan buah yang kaya air.
  7. Pastikan waktu tidur cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved