Jumat, 10 April 2026

Lebaran 2017

Kampung Sawah, Potret Nyata Kerukunan Antar Umat Beragama

Di sana, dalam satu keluarga berbeda keyakinan adalah hal biasa. Toh, meski berbeda keyakinan, kerukunan di Kampung Sawah tetap terpelihara.

Penulis: |
TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Suasana Lebaran hari kedua, Senin (26/6/2017), di kediaman KH Rahmaddin di Kampung Sawah, Bekasi, Jawa Barat. 

WARTA KOTA, BEKASI - ‎Kampung Betawi biasanya identik dengan warga yang memeluk Agama Islam.

Namun, masyarakat Betawi di Kampung Sawah, Bekasi, Jawa Barat, memeluk tiga agama besar, yakni Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Islam.

Di sana, dalam satu keluarga berbeda keyakinan adalah hal biasa. Toh, meski berbeda keyakinan, kerukunan di Kampung Sawah tetap terpelihara hingga saat ini.

Baca: Jokowi Desak Revisi UU Terorisme Dirampungkan, Fadli Zon: Bukan Seperti Membuat Kerajinan Tangan

Wujud toleransi warga di Kampung Sawah tercermin dalam acara-acara besar keagamaan seperti Idul Fitri.

KH Rahmaddin Afif (72), warga asli Kampung Sawah menceritakan, saat Salat Id, Munggu (25/6/2017), warga yang memeluk Kristen Protestan dan Kristen Katolik langsung turun ke jalan mengamankan lingkungan dan Masjid Agung Al Jauhar Yasfi.

Begitu pula saat Natal maupun Paskah, Umat Islam di Kampung Sawah ikut mengamankan gereja dan menyediakan lahan parkir di depan masjid, bagi umat yang hendak beribadah.

Baca: Wiranto: Ambil Langkah Preventif Dituduh Pelanggaran HAM, Kalau Bom Meledak Dikatakan Kecolongan

Kampung Sawah memang unik. Di sana ada tiga rumah ibadah yang lokasinya saling berdekatan, tepat di Jalan Raya Kampung Sawah.

Ketiga rumah ibadah itu adalah Gereja Kristen Pasundan, Gereja Katolik St Servatius, dan Masjid Agung Al Jauhar Yasfi.

Keberadaan tiga rumah ibadah yang tetap rukun sejak bertahun-tahun inilah yang dijadikan simbol toleransi ‎di Kampung Sawah.

Baca: Anggota Kopassus Ini Dikeroyok Delapan Pemuda Mabuk, Hasil Akhirnya Mengejutkan

"Toleransi di kami terjaga, karena memang sudah menyatu dengan budaya di sini. Di sini ada tradisi saling kunjung, ngeriung bareng, kumpul bersama membicarakan banyak hal tanpa memandang perbedaan," tutur KH Rahmaddin Afif saat ditemui di rumahnya, Kampung Sawah, Bekasi, Senin (26/6/2017).

Menurut KH Rahmaddin, ia yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Fisabilillah ini mendapat kunjungan dari para pengurus gereja, pendeta, dan pastor. Mereka datang langsung ke rumah KH Rahmaddin untuk berjabat tangan mengucapkan selamat Lebaran.

"Lebaran hari pertama, pengurus gereja sampai pendeta dan pastor ke sini semua, kunjungan selamat Lebaran. Kami sukacita dan damai, jauh dari konflik. Tradisi kunjungan ini terus terpelihara. Kalau Natal gantian saya yang kunjungan," beber KH Rahmaddin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved