Berita Bekasi
Wamen P2MI: Mayoritas Pekerja Migran Indonesia Masih Low Skill
Dzulfikar Ahmad Tawalla dorong peningkatan skill pekerja migran lewat LPK untuk dukung program SMK Go Global Presiden Prabowo.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla menyebut 65–70 persen pekerja migran Indonesia masih di sektor low skill.
- Ia menekankan pentingnya peningkatan kemampuan melalui lembaga pelatihan kerja (LPK) seperti PT Wihe Yeon Gyo Indonesia di Bekasi, mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam program SMK Go Global, serta menyiapkan ekosistem vokasi untuk mengoptimalkan kualitas pekerja migran.
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengatakan mayoritas pekerja migran Indonesia masih didominasi sektor berkemampuan rendah atau low skill.
Hal itu disampaikannya usai melakukan kunjungan ke PT Wihe Yeon Gyo Indonesia, sebuah lembaga pelatihan kerja (LPK) di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/4/2026).
Dzulfikar membeberkan tantangan besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia.
Berdasarkan data tahun 2025, sekira 70 persen dari total 276 ribu pekerja migran yang diberangkatkan masih berada di sektor low skill.
“Tentu yang diharapkan oleh Bapak Presiden itu seperti ini, bahwa adanya peningkatan dari segi profil pekerja. Sekarang ini profil pekerja kami di sektor yang low skill itu masih sekitar 65-70 persen setiap tahun," kata Dzulfikar di lokasi, Kamis (9/4/2026).
Dzulfikar menjelaskan, Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto berharap kalau kondisi low skill itu dapat berubah.
Misalnya, memiliki skill itu 60 persen dan yang low skill itu tersisa kurang lebih sekira 40 persen.
"Target kami kurang lebih seperti itu, makanya kami sedang menata betul bagaimana ekosistem dari vokasi ini tumbuh dengan baik di beberapa LPK-LPK yang sebenarnya secara aktivitas mereka sudah ada jauh-jauh hari sebelum program ini ditetapkan,” jelasnya.
Baca juga: Jalin Sinergi, Petinggi PKS Silaturahmi ke DPC PDI Perjuangan Depok
Menurut Dzulfikar, keberadaan LPK dapat menjadi contoh bagi pengembangan ekosistem pelatihan kerja di Indonesia, khususnya dalam mendukung program pemerintah.
Terlebih ia berharap para pekerja migran yang kembali ke Tanah Air dapat menularkan ilmu dan pengalaman yang didapat selama bekerja di luar negeri.
“Sehingga ini bisa menjadi prime spot bagi Kementerian P2MI dalam hal bagaimana mengoptimalisasi dan mengakselerasi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait dengan program SMK Go Global, yang secara reguler sebenarnya sudah mulai kami jalankan,” tutupnya. (M37)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Sidang Lanjutan Korupsi Ade Kuswara, Ungkap Fee Proyek dan Peran Perantara |
|
|---|
| Plt Bupati Bekasi Ungkap Musrenbang 2027 Fokus Infrastruktur dan Kesehatan |
|
|---|
| Pemkot Bekasi Siapkan Sanksi ASN yang Langgar WFH Jumat |
|
|---|
| Ketua Korwil P3RS Jabar Soroti Timpangnya Pengelolaan Apartemen di Bekasi |
|
|---|
| Diganti Bayar Denda, Pemkab Bekasi akan Hapus Sanksi Penjara bagi Pelanggar Ketertiban Umum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/LPK-Wakil-Menteri-Perlindungan-Pekerja-Migran-Indonesia-P2MI-Dzulfikar-Ahmad-Tawalla.jpg)