Bersihkan Penis Bayi Dengan Cara Ditarik
Bayi laki-laki membutuhkan perawatan untuk menjaga kebersihan genitalnya. Bagaimana caranya?
Penulis: |
WARTA KOTA, PALMERAH-Orangtua perlu memperhatikan kebersihan genital bayi. Pada bayi laki-laki kebersihan penis tidak hanya bagian luarnya saja. Tapi juga bagian dalamnya. Penis yang kotor apalagi bagian dalam akan menimbulkan penyakit bagi bayi.
Membersihkan penis bagian luar lebih mudah, tapi bagaimana membersihkan penis bagian dalam? Ternyata dengan cara ditarik. Tentu saja dengan perlahan-lahan.
“Kalau orangtua enggak membersihkan penis saat mandi, enggak ditarik, lama-lama bisa pelengketan. Bisa terjadi fimosis juga,” kata dokter Mahdian Nur Nasution SpBS saat media gathering dengan tema Penyakit-Penyakit Yang Harus Segera Disunat di Restoran Mbok Berek Tebet, Rabu (14/12/2016).
Fimosis merupakan kondisi kulup yang tidak dapat ditarik kembali ke kepala penis. Dimana terjadi penyempitan dari ujung kulit depan penis.
Fimosis bisa ditemukan karena faktor genetikal (bawaan sejak lahir) bisa juga akibat peradangan lubang pada kulit penis. Kurangnya menjaga kebersihan di penis inilah yang ditenggarai menyebabkan fimosis pada bayi.
Fimosis dapat menyebabkan saluran kemih tertutup. Akibatnya kulup tampak mengembung saat berkemih dan menimbulkan nyeri serta demam pada bayi. Kondisi ini tentu saja akan membuat bayi menjadi rewel.
Dokter Mahdian mengingatkan, bayi yang dimandikan tidak hanya membersihkan badan atau ketiak saja. Tapi harus juga memperhatikan kebersihan penis. Tarik penis dan keluarkan pelan-pelan. Tidak jarang saat diturunkan di ujung tempat berkemih ada endapan putih-putih.
Endapan itu semacam lemak yang disebut smegma. Seperti bagian kulit lainnya terutama di sekitar lipatan seperti di ketiak, kulit memproduksi kotoran atau cairan.
Nah, kotoran inilah bila ada di penis bisa menyebabkan pelengketan dan menambah risiko fimosis.
Bila sudah terjadi fimosis, sirkumsisi atau sunat merupakan solusi dan cara penyembuhannya. Agar bayi tidak menderita. Dengan disunat, proses pembersihan penis lebih mudah.
Selain faktor kebersihan, fimosis dari faktor bawaan juga banyak. Diperkirakan ada sekitar 20-40 persen bayi laki-laki berisiko fimosis sejak lahir.
“Bila ada 10 bayi, bisa 4 diantaranya terkena fimosis. Sehingga kasus ini termasuk banyak. Dan solusinya dengan disunat saat bayi,” ujar pemilik Rumah Sunatan ini.
Ia juga mengingatkan bila bayi mengalami demam berulang, perlu juga dipikirkan penyebabnya adalah fimosis. Perhatikan penis bayi, ketika berkemih, penis bayi terlihat mengembung dan bayi seringkali menangis kencang, segera pikirkan bayi terkena fimosis.
Dengan alasan menghindari penyakit, mempermudah kebersihan, serta lebih cepat sembuh, sunat disarankan dilakukan pada bayi kurang dari enam bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161112bayi-telantar-di-jagakarsa-akhirnya-dirawat-di-panti-dinas-sosial-dki_20161112_195044.jpg)