Banjir Melanda Jakarta
Dilanda Banjir Sudah Biasa Buat Warga Petogogan
Banjir di kawasan Petogogan baru saja surut pada Senin (2/2) pagi. Kondisi jalan berlumpur masih terlihat
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Kondisi jalanan berlumpur masih terlihat di sekitaran Kantor Kelurahan, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015) siang. Hal ini dikarenakan musibah banjir yang menimpa lingkungan Petogogan yang baru surut pada pagi hari.
Para warga di RT 02, RW 02, Petogogan terlihat sibuk membersihkan sisa-sisa banjir yang melanda rumah mereka. Luapan Kali Krukut menyebabkan lokasi padat penduduk itu sering terkena musibah banjir. Walaupun, lokasi tersebut tidak terjadi hujan.
Ali Uban (62), warga yang sudah tinggal sejak tahun 1950 itu menuturkan bahwa musibah banjir sudah terjadi sejak Sabtu (31/1). Ketinggian airnya mencapai betis orang dewasa atau sekitar 50 cm. Kejadian ini bukanlah kali pertama dirasakan, melainkan sudah menjadi makanan sehari-hari warga Petogogan.
"Semalam subuh baru surut. Saya mulai beres-beres rumah karena air dari kali Krukut juga masuk saat banjir," kata Ali kepada Warta Kota di rumahnya, di Jalan Wijaya Timur RT 02, RW 02 nomor 9, Petogogan, Jakarta Selatan, Senin (2/1).
Pria yang sudah puluhan tahun tinggal di Petogogan itu mengatakan bahwa setiap hujan deras wilayahnya sering terendam banjir. Menurutnya, belum ada bantuan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat saat musibah banjir melanda kawasan itu.
"Kalau banjir gede doang dikasih bantuan dengan pembuatan posko. Kalau banjirnya sedengkul mah engga dikasih bantuan. Warga kami ini seperti warga kampung pulo, Jakarta Timur," tuturnya.
Pantauan Wartakotalive.com, Kali Krukut yang melintasi kawasan tersebut sudah mulai menyempit atau tinggal tersisa 3 meter. Tidak terlihat tempat resapan air di kawasan tersebut. Kali itu pun tertutup oleh bangunan padat penduduk yang rata-rata memiliki bangunan bertingkat.
"Kalau banjir kita ngungsi di atas (lantai dua-red). Jelek-jelek gini kami punya rumah dengan dua lantai," kata dia.
Upaya penanggulangan musibah banjir dengan melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan kerap dilakukan warga. Namun, tumpukan sampah tetap terjadi di kawasan itu.
"Kerja bakti mah sering, tapi kita baru narok sapu sama serokan saja sampah sudah datang lagi. Ngga tau sampah dari mana?" Katanya.