Jelajah Museum
Menengok Koleksi Pesawat Tempur Museum Satria Mandala
Selain menampilkan koleksi-koleksi persenjataan TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut, beberapa pesawat dan helikopter sumbangan TNI Angkatan Udara juga menjadi salah satu koleksi unggulan museum ini
Semanggi, Wartakotalive.com
Selain menampilkan koleksi-koleksi persenjataan TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut, beberapa pesawat dan helikopter sumbangan TNI Angkatan Udara juga menjadi salah satu koleksi unggulan Museum Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto No. 14, Jakarta Selatan.
Koleksi-koleksi pesawat, berada di sebuah area yang dinamakan ‘Area Dirgantara’, letaknya di bagian belakang bangunan museum. Pada area ini, terdapat beberapa pesawat terbang dan pesawat tempur yang pernah digunakan TNI dalam berbagai misi, di berbagai wilayah di Indonesia.
Salah satu pesawat yang ditampilkan di sini adalah Pesawat Pembom tempur B–25 Mitchel. Merupakan salah satu pesawat buatan Douglas Aircraft Corporatian yang berasal dari Amerika Serikat. Pesawat dengan berat 15.876 kg ini dapat terbang mencapai jarak 2.172,15 km dengan kecepatan jelajahnya yang mencapai 442,48 km/jam. Pesawat pembom ini memiliki panjang badan 16,12 m serta lebar sayap 20,60 m.
Pesawat berawak 4 sampai 6 orang ini mempunyai persenjataan yang dapat diandalkan dalam penyerangannya, yaitu 1.360,8 kg bom dibadan pesawat, 453,6 kg bom/ roket disayap, dan 12 pucuk senapan mesin kaliber 12,7.
Pesawat pembom ini pernah ikut dalam operasi penumpasan pemberontakan PRRI di sumatra tahun 1958 dan permesta di sulawesi utara. Dalam menumpas PRRI yang berpangkalan di Lanud Tanjung Pinang (Lanud Kijang) pesawat ini berperan dalam serangan udara untuk membebaskan lapangan udara Simpang Tiga di Pekanbaru, melumpuhkan pertahanan pemberontak di daerah Lubuk Jambi dan Muara Makat (daerah-daerah disekitar Riau), serangan udara untuk merebut pangkalan udara Padang dengan menggunakan sandi operasi “Red Flight” dan “Blue Flight”, melakukan pengejaran terhadap pasukan Nainggolan yang melarikan ke daerah Tapanuli.
Pada tahun 1950, pesawat ini juga pernah memperkuat skadron 1/pembom, yang berkedudukan di Cililitan, Jakarta. Dari tahun 1950 sampai tahun 1965 pesawat ini dipakai dalam operasi menumpas DI/TII di Jawa Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan. Pesawat pembom ini turun pada operasi Trikora dan Dwikora yang 10 tahun kemudian di sumbangkan TNI AU di tahun 1976.
Pesawat lain yang dipamerkan di sini adalah NU-25 Kunang buatan lokal Indonesia. Pesawat rakitan 1958 ini merupakan pesawat untuk olah raga yang dibuat di Bengkel Depot Penyelidikan Percobaan Pembuatan Pesawat Udara, Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung.
Pesawat dengan kapasitas 1 orang ini merupakan pesawat percobaan yang diciptakan oleh para teknisi Indonesia di bawah pimpinan Letkol. Udara penerbang Nurtanio Pringgoadisurjo. Pengalaman terbang terbaik pesawat ini, yakni pada 11-18 Juni 1962, dimana pesawat melakukan terbang cross dengan menempuh rute Bandung-tasikmalaya, Purwokerto, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Cirebon-Jakarta sejauh 1200 km dalam waktu 8 jam.
Adapula pesawat PZL-104 Gelatik-C. Pesawat yang juga dibuat di Indonesia ini merupakan pesawat serbaguna yang digunakan oleh Satuan Udara Pertanian dalam Operasi Bakti untuk memberantas hama tanaman rakyat dan penghijauan di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara serta Maluku Utara. Diperuntukkan pula untuk menyemprot kota Semarang dan Manado dalam rangka menekan epidemi penyakit demam berdarah.
Terdapat pula Pesawat Curen, buatan Jepang tahun 1933 yang pertama kali diterbangkan di Lapangan Udara Maguwo Yogyakarta oleh penerbang Agustinus Adisucipto yang dikenal sebagai salah satu pelopor dunia kedirgantaraan Indonesia.
Selain itu, ada pula beberapa pesawat lain yang kiprahnya dalam angkatan perang RI cukup begitu penting, seperti Pesawat Anti Kapal Selam Gannet MK4 yang pernah memperkuat TNI AL dalam operasi-operasi Trikora dan Dwikora, Pesawat P51-Mustang buatan Amerika Serikat yang berperan banyak dalam beberapa operasi penting seperti operasi memberantas DI TII, PRRI, G.30S/PKI dan sebagainya.