Kamis, 9 April 2026

Pindang Patin Khas Palembang Bikin Ketagihan

Berburu kuliner tradisional sangat mengasyikkan, apalagi menu yang dihidangkan merupakan favorit pengunjung. Seperti sajian khas Palembang di Pondok Wong, Jalan Veteran 12, Jakarta Pusat, pempek dan pindang patinnya menjadi primadona. Potongan daging ikan patin yang lembut dalam genangan kuah encer kaya rasa sangat sedap. Slurrpp...nikmat sekali.

|

Gambir, Wartakotalive.com

Berburu kuliner tradisional sangat mengasyikkan, apalagi menu yang dihidangkan merupakan favorit pengunjung. Seperti sajian khas Palembang di Pondok Wong, Jalan Veteran 12, Jakarta Pusat, pempek dan pindang patinnya menjadi primadona. Potongan daging ikan patin yang lembut dalam genangan kuah encer kaya rasa sangat sedap. Slurrpp...nikmat sekali.

Restoran sederhana ini persis bersebelahan dengan kedai es krim italia legendaris Ragusa. Menempati sebuah petak ruko, bagian depan terdapat etalase kaca berisi berbagai macam kerupuk khas Palembang dan juga pempek. Tidak ada pintu atau pun sekat yang membatasi bagian dalam dan luar.

Bagian dalam dapat jelas termonitor terdiri atas beberapa jajaran meja berwarna merah yang rapi, lengkap dengan kursi berwarna hitam seragam, sebagai area menyatap hidangan. Bagian dinding dilengkapi dengan wallpapper berwarna merah berseling motif songket, kain khas Palembang.

Di beberapa bagian tampak terpajang foto beberapa tamu terkenal, sebagai contoh pecinta kuliner Bondan Winarno bersama si empunya tempat. Lebih ke dalam pengunjung akan mendapati ruangan bersekat kaca, yang merupakan area ber-AC. Meski sederhana namun tetap nyaman karena kebersihannya terjaga.

Saya pun segera mengambil tempat pada salah satu meja yang tersedia. Baru tiba, sang pelayan dengan sigap menghidangkan sepiring otak-otak bakar di atas meja, yang sepertnya lezat. Namun bukan itu tujuan saya, karena yang khas-lah target operasinya

Awalnya saya hanya ingin memesan pempek sebagai menu utama wisata penganan. Namun, Awi sang empunya Pondok Wong Palembang justru menyarankan memilih menu lain. "Di sini pindang patinnya yang paling oke," jelas pria bersemangat itu. Berbekal masukannya, pindang patin sontak jadi primadona pesanan saya, di samping pempek yang juga saya pesan.

Pindang memang salah satu hidangan utama khas Palembang, yang tidak kalah reputasinya dengan pempek. Namun untuk warga Ibu Kota pamor masakan berkuah asam manis itu kalah jauh. Di samping itu saya juga mencoba mi celor khas Pondok Wong Palembang, beserta minuman spesial di sana, es kacang merah yang direkomendasikan Awi.

Menu pembuka

Sambil menunggu hidangan, sang pemilik pun menambah menu kudapan khas Palembang di atas meja. Srikaya dan ketan durian, demikian bapak dua orang anak itu memperkenalkan makanannya.

Srikaya, jika diumpamakan serupa puding. Berwarna hijau hidangan itu tersaji dalam mangkuk kecil berwarna merah. Dari citra permukaan, hidangan tampak bertekstur tidak mulus layaknya puding kebanyakan.

Aromanya harum dan membangkitkan selera. Saat dicoba rasa hidangan ini memiliki rasa manis berbalur sentuhan lembut khas telur. Kudapan ringan yang cocok untuk jadi pembuka.

Setelah mengicip srikaya, saatnya makanan pembuka lainnya, yaitu ketan durian. Ketan durian merupakan beras ketan kukus yang telah dimasak sedemikian rupa, kemudian dihidangkan dengan kuah durian terpisah.

Menikmatinya tentu haruslah terkonsolidasi. Sendok pun saya arahkan untuk menambahkan siraman saus durian pada bagian ketan. Saat dirasa ketan amat legit dan pulen, benar-benar ketan pilihan dan teknik pengukusan yang baik. Kemudian saat sausnya mulai mengintervensi lidah jelas manis khas durian sangat lezat terasa.

Kuah pindang

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved