Pungli Pemakaman
Pungli Pemakaman Gratis di Jakarta Masih Terjadi, Kadis: Ada Keterlibatan RT dan RW
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboe Bakar mengungkapkan bahwa dirinya masih menerima laporan warga terkait adanya pungutan
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- DPRD DKI Jakarta menyoroti masih maraknya praktik pungutan liar dalam layanan pemakaman gratis di TPU milik Pemprov DKI dan meminta evaluasi menyeluruh.
- Anggota Komisi D DPRD, Nabilah Aboe Bakar, mengaku masih menerima laporan warga terkait pungutan saat mengurus pemakaman.
- Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI, Fajar Sauri, mengakui pungli masih terjadi dan menyebut ada keterlibatan oknum di luar petugas pemakaman, termasuk RT dan RW.
Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- DPRD DKI Jakarta menyoroti masih adanya praktik pungutan liar (pungli) dalam layanan pemakaman gratis yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Temuan tersebut mendorong dewan meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program yang seharusnya dapat diakses masyarakat tanpa biaya.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboe Bakar mengungkapkan bahwa dirinya masih menerima laporan warga terkait adanya pungutan saat mengurus proses pemakaman di tempat pemakaman umum (TPU) milik pemerintah.
"Saya juga memohon evaluasinya, Pak Fajar (Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota), terkait pemakaman gratis, ya. Karena ternyata di lapangan masih banyak yang merasakan adanya pungli yang berlebihan," kata Nabilah dalam rapat bersama eksekutif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut Nabilah, masyarakat pada umumnya telah mengetahui bahwa layanan pemakaman di TPU yang dikelola pemerintah tidak dipungut biaya.
Namun demikian, praktik pungutan masih ditemukan dalam proses pengurusan pemakaman.
Baca juga: Pimpinan Komisi VIII DPR Abidin Fikri Minta Tindak Tegas Dugaan Pungli saat Pelaksanaan Ibadah Haji
"Tolong bagaimana tindak lanjut dari Dinas Pertamanan terkait hal tersebut. Jangan sampai ini menjadi pembiaran terus-menerus, Pak Fajar. Kasihan masyarakat," ujarnya.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri mengakui bahwa pungli masih menjadi persoalan yang terus ditangani jajarannya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya penertiban terhadap praktik tersebut.
"Memang kita akui pungli itu sudah pelan-pelan kita tertibkan, Bu. Namun polanya yang berbeda. Untuk internal kita, alhamdulillah sudah mulai mengakui kalau itu kesalahan," kata Fajar.
Fajar mengungkapkan, hasil penelusuran yang dilakukan di lapangan menunjukkan bahwa pungutan tidak selalu dilakukan oleh petugas pemakaman.
Dalam sejumlah kasus, terdapat pihak lain yang turut memungut uang dari keluarga ahli waris.
| Peluang Emas Warga Jakarta: Pendaftaran Padat Karya 2026 Dibuka, Gaji Rp5,7 Juta Per Bulan! |
|
|---|
| Panas! Donald Trump dan Israel Saling Ungkit Jasa Masa Lalu |
|
|---|
| Ungkit Hancurkan Nuklir Iran, Donald Trump: Tanpa Saya Israel Sudah Musnah |
|
|---|
| Sentil Trah Sumitro, PBHI Desak Presiden Prabowo Stop Militerisasi Sektor Sipil Demi Investasi |
|
|---|
| Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan 4.961 Personel untuk Amankan Aksi Demo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/TPU-Kawi-Kawi-Johar-Baru-Jakarta-Pusat-Senin-27102025.jpg)