Kamis, 28 Mei 2026

Berita Jakarta

FLO DKI Minta Dualisme FORKABI Diselesaikan Baik-Baik, Jangan Jadi Aib Ormas Betawi

Juaini Yusuf mengimbau agar polemik internal FORKABI tidak terus diperkeruh dan diselesaikan melalui dialog yang baik antara kedua belah pihak.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Ketua Umum Forum Lintas Ormas (FLO) DKI Jakarta, Ir. H. Juaini Yusuf, MM. prihatin dengan adanya konflik di tubuh Forkabi 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum FLO DKI Jakarta, Ir. H. Juaini Yusuf, MM meminta konflik dualisme FORKABI diselesaikan lewat dialog dan musyawarah, bukan diperkeruh di ruang publik.
  • Juaini menilai polemik berkepanjangan bisa menjadi aib bagi ormas Betawi dan merusak marwah organisasi di tengah masyarakat.
  • Ia menegaskan ormas Betawi seharusnya diurus oleh orang Betawi serta fokus untuk kemaslahatan warga, bukan kepentingan kelompok maupun politik praktis.

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Konflik dualisme kepengurusan Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) kembali menjadi sorotan di tengah munculnya klaim dari dua kubu yang sama-sama menyatakan sebagai kepengurusan sah organisasi.

Situasi tersebut memantik keprihatinan dari berbagai tokoh Betawi, termasuk Ketua Umum Forum Lintas Ormas (FLO) DKI Jakarta, Ir. H. Juaini Yusuf, MM.

Juaini Yusuf mengimbau agar polemik internal FORKABI tidak terus diperkeruh dan diselesaikan melalui dialog yang baik antara kedua belah pihak.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan Betawi harus menjadi wadah pemersatu masyarakat, bukan justru melahirkan perpecahan yang berkepanjangan.

“Kalau ada perbedaan pandangan, duduk bersama dan dibicarakan baik-baik. Jangan sampai masalah internal menjadi konsumsi berkepanjangan yang justru merugikan nama besar organisasi,” ujar Juaini Yusuf kepada Warta Kota, Kamis (28/5/2026)

Ia menilai polemik yang terus dibuka ke ruang publik berpotensi menjadi aib bagi organisasi Betawi yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat.

Juaini Yusuf mengatakan persoalan dualisme sebaiknya segera diselesaikan secara musyawarah dengan mengedepankan semangat kekeluargaan.

Menurut dia, budaya Betawi selalu mengedepankan dialog dan kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan.

“Ini jangan dibesar-besarkan. Kalau terus dipertentangkan, akhirnya menjadi aib sendiri. Padahal masyarakat berharap organisasi Betawi bisa memberi contoh yang baik,” katanya.

Selain itu, Juaini Yusuf juga menegaskan bahwa organisasi Betawi semestinya dipimpin dan diurus oleh figur-figur yang memahami kultur serta kepentingan masyarakat Betawi.

Ia berpandangan bahwa ormas Betawi harus tetap berpijak pada nilai-nilai asli budaya Betawi dan memperjuangkan kepentingan warga Betawi.

“Ormas Betawi seharusnya diurus oleh orang Betawi sendiri yang memahami akar budaya, tradisi, dan kebutuhan masyarakatnya,” ucapnya.

Jangan Jadi Alat Kepentingan

Juaini Yusuf menekankan bahwa keberadaan ormas Betawi jangan sampai bergeser hanya menjadi alat kepentingan kelompok tertentu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved