Kriminalitas
Polda Metro Jaya Tegaskan Tim Pemburu Begal Bertindak Sesuai Prosedur
Polda Metro Jaya menegaskan tindakan Tim Pemburu Begal hanya dilakukan secara tegas dan terukur terhadap pelaku bersenjata api.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Polda Metro Jaya membantah kritik terkait pembentukan Tim Pemburu Begal yang dinilai berpotensi represif.
- Dirreskrimum Kombes Iman Imanuddin menegaskan seluruh tindakan di lapangan dilakukan sesuai aturan hukum, KUHAP, dan Perkap Polri.
- Tindakan tegas hanya diterapkan pada pelaku yang menggunakan senjata api dan membahayakan warga maupun petugas.
- Pernyataan ini merespons kritik LBH Jakarta yang menilai nama tim tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya bantah kritik terhadap pembentukan Tim Pemburu Begal yang dinilai berpotensi represif.
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, tindakan tegas dan terukur hanya diterapkan terhadap pelaku yang menggunakan senjata api dan membahayakan warga maupun petugas.
Ditambahkan Iman, seluruh personel di lapangan wajib bertindak sesuai prosedur hukum dan aturan kepolisian.
“Setiap tindakan yang dilakukan penyidik atau tim kami terus berpedoman pada Peraturan Kapolri, KUHAP, KUHP,” ucap Iman kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Menurut Iman, tindakan tegas tidak dilakukan terhadap semua tersangka.
Polisi mempertimbangkan risiko keselamatan warga dan petugas sebelum melakukan penindakan.
Baca juga: Detik-detik Ratusan Relawan Gaza Bebas dari Tentara Israel dan Tiba di Turki
“Seluruh tersangka yang kami lakukan tindakan tegas dan terukur adalah tersangka yang menggunakan senjata api,” ujarnya.
“Hal ini diperhitungkan berdasarkan risiko keselamatan warga masyarakat yang berada di sekitar tempat penindakan atau penangkapan dan keselamatan petugas kami,” ucap dia.
Pernyataan tersebut menanggapi kritik dari LBH Jakarta.
Direktur LBH Jakarta Fadhil Alfathan menilai nama Tim Pemburu Begal bernuansa menyeramkan dan dikhawatirkan memicu dampak buruk.
“Kalau ada Tim Pemburu Begal, kemudian dengan nuansa yang menyeramkan, pemburu dan lain sebagainya, kami khawatir ada potensi-potensi dampak buruk terjadi,” tutur Fadhil. (m31)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Meski Keyless, Honda PCX Tetap Raib Dicuri di Kos Bekasi, Aksi Pelaku Terekam CCTV |
|
|---|
| Kambuh Lagi, Dua Residivis Curanmor di Cipayung Jaktim Kembali Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Viral di Medsos, Polres Metro Jaktim Tangkap Komplotan Curanmor di Jatinegara |
|
|---|
| Gelar Razia di Jakarta Pusat, Polisi Sita Narkoba dan Celurit dari Sejumlah Remaja |
|
|---|
| Polda Metro Jaya Tangkap 20 Begal, Kebanyakan Motifnya Narkoba dan Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/WANITA-HISTERIS-DIBEGAL-Seorang-wanita-men.jpg)