Sindikat Penyelundupan Merkuri
Sindikat Merkuri Ilegal 1 Ton dari Gunung Botak ke Filipina Terbongkar, Negara Rugi Rp30 Miliar
Sindikat Merkuri Ilegal 1 Ton dari Gunung Botak ke Filipina Terbongkar, Negara Rugi Rp30 Miliar
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Ringkasan Berita:
- Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Tanjung Priok membongkar penyelundupan sekitar 1 ton merkuri ilegal asal Gunung Botak, Maluku.
- Sebanyak 760 botol merkuri disamarkan dalam gulungan karpet dan hendak dikirim ke Filipina melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
- Polisi menduga praktik perdagangan merkuri ilegal ini sudah berlangsung sejak 2021 dengan kerugian negara mencapai Rp30 miliar
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Di balik gulungan karpet yang tampak biasa di sebuah peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, tersimpan ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan manusia, dan negara.
Sebanyak 760 botol merkuri cair berlabel 'Mercury Gold 1 Kg' ditemukan aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok dalam operasi pengungkapan penyelundupan bahan berbahaya yang diduga berasal dari aktivitas tambang ilegal di Gunung Botak, Ambon, Maluku.
Nilai kerugian negara dari praktik gelap tersebut ditaksir mencapai Rp30 miliar.
Baca juga: Pemkot Jakarta Timur Tangkap 200 Kg Ikan Sapu-sapu, Mengandung Merkuri
Pengungkapan kasus ini menjadi salah satu operasi terbesar dalam pemberantasan perdagangan merkuri ilegal yang selama ini menjadi “urat nadi” pertambangan emas tanpa izin di berbagai daerah Indonesia.
Terbongkar dari Peti Kemas 40 Feet
Kasus bermula pada 21 April 2026 sekitar pukul 20.00 WIB saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap sebuah peti kemas berukuran 40 feet di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Victor D. Mackbon mengatakan, peti kemas bernomor MRSU 7176261 itu awalnya tampak seperti pengiriman barang biasa.
Namun, hasil pemeriksaan mengungkap sesuatu yang mengejutkan.
“Petugas menemukan 760 botol cairan merkuri yang disembunyikan di dalam karton dan gulungan karpet,” ujar Victor dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/5/2026).
Botol-botol berisi cairan berwarna silver tersebut disusun rapi dan disamarkan agar lolos pemeriksaan.
Tujuan pengiriman tercatat menuju Takasi Kin Hardware Trading di Manila, Filipina.
Diduga Berasal dari Tambang Ilegal Gunung Botak
Dari hasil pengembangan, polisi menduga merkuri tersebut berasal dari aktivitas pertambangan ilegal di kawasan Gunung Botak, Ambon, Maluku.
Nama Gunung Botak sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu lokasi tambang emas ilegal terbesar di Indonesia.
Di kawasan itu, merkuri kerap digunakan untuk memisahkan emas dari material batuan melalui proses amalgamasi.
| Sopir Mobil SPPG di Depok Nyambi Jadi Kurir Narkoba, Langsung Dipecat |
|
|---|
| Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Mei 2026: Galeri 24 dan UBS Kompak Naik |
|
|---|
| Demi Selamatkan Hape, Bocah Ini Nekat Gelantungan di Motor Penjambret |
|
|---|
| Nathalie Holscher Bungkam Ditanya Soal Kabar Pernikahan dengan Aripat |
|
|---|
| 5 Lokasi Mobil SIM Keliling Jakarta Hari ini, 13 Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/PENYELUNDUPAN-MERKURI-Sebanyak-760-botol-merk.jpg)