Berita Jakarta
Hingga Mei 2026, Pemprov DKI Jakarta Catat 4 Kasus Hantavirus
Dinkes DKI melaporkan empat kasus hantavirus di Jakarta, tiga pasien sembuh dan satu masih suspek.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat empat kasus hantavirus di ibu kota sejak awal 2026 hingga Mei.
- Tiga pasien telah sembuh dengan gejala ringan, sementara satu pasien masih berstatus suspek dan menjalani isolasi sambil menunggu hasil laboratorium.
- Dinkes DKI Jakarta menegaskan kasus tersebut tidak berkaitan dengan klaster internasional dan merupakan temuan rutin yang dipantau sepanjang tahun.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat adanya empat kasus hantavirus di wilayah ibu kota sejak awal 2026 hingga Mei ini.
Dari total kasus tersebut, tiga pasien telah dinyatakan sembuh, sementara satu lainnya masih berstatus suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, data yang dimiliki pihaknya berbeda dengan informasi dari Kementerian Kesehatan yang sebelumnya menyebut terdapat enam kasus di Jakarta.
“Di 2026 yang ada di catatan kami sepanjang 2026, sampai sekarang ini ada 4 kasus yang sudah kita temukan, 3 orangnya sudah sembuh, bergejala ringan. Satu orangnya sekarang masih suspek, harus ditetapkan penegakan diagnosisnya melalui laboratorium, belum tegak, masih suspek,” ujar Ani saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurut Ani, pasien yang masih berstatus suspek saat ini telah menjalani penanganan sesuai prosedur kesehatan.
Pasien tersebut ditempatkan di ruang isolasi sementara menunggu hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Kalau kita ketemu suspek, kita akan prinsipnya adalah isolasi untuk kehati-hatian sampai kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Dan sejauh ini semua kasus yang muncul di Jakarta gejalanya ringan dan tiga itu sudah sembuh semua,” katanya.
Baca juga: Garda Satu Dorong Percepatan Dapur MBG di Wilayah 3T
Dinas Kesehatan DKI juga memastikan kasus yang ditemukan di Jakarta tidak memiliki kaitan dengan klaster internasional di kapal pesiar MV Hondius yang sempat menjadi perhatian dunia akibat kemunculan virus Andes dalam pelayaran dari Argentina menuju Tanjung Verde, Afrika Barat.
Ani menegaskan, kasus hantavirus di Jakarta merupakan temuan yang dipantau rutin sepanjang tahun oleh Dinkes DKI.
“Bukan, enggak. Itu kasus yang kita monitor sepanjang tahun,” ucapnya.
Hantavirus sebelumnya menjadi perhatian internasional setelah muncul delapan kasus di kapal pesiar MV Hondius pada April hingga Mei 2026.
Meski demikian, World Health Organization menyatakan risiko penyebaran virus tersebut secara global masih tergolong rendah.(m27)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Kondisi Jalan Raya Rawa Kuning Cakung Terkini, Gunungan Sampah Sudah Diangkut |
|
|---|
| Polisi Bongkar Gudang Penadahan Ribuan Motor Ilegal di Kebayoran Lama Jaksel, Rugikan Negara Rp177 M |
|
|---|
| Pramono Minta Pemilahan Sampah Digencarkan, Termasuk Pasar Milik Perumda Pasar Jaya |
|
|---|
| Mulai Juni, Pemprov DKI akan Menambah Waktu dan Lokasi CFD Rasuna Said |
|
|---|
| Pramono Optimistis Pengolahan Sampah di Pasar Kramat Jati Kurangi Beban Bantar Gebang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/HANTAVIRUS-Kepala-Dinas-Kesehatan-DKI-Jakarta-Ani-Ruspitawati.jpg)