Berita Jakarta
Penduduk Jakarta Tembus 10,72 Juta, Milenial dan Gen Z Mendominasi
SUPAS 2025 mencatat generasi muda mendominasi Jakarta, jadi peluang besar manfaatkan bonus demografi.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Data Badan Pusat Statistik menunjukkan penduduk Jakarta 2025 mencapai 10,72 juta jiwa, didominasi milenial dan Gen Z.
- Kondisi ini menandakan bonus demografi dengan rasio ketergantungan rendah dan kualitas SDM tinggi.
- Pramono Anung menyiapkan program vokasi, startup, dan perlindungan sosial untuk mengoptimalkan potensi generasi muda.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jumlah penduduk Jakarta pada 2025 tercatat mencapai 10,72 juta jiwa berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Komposisi penduduk ini menunjukkan dominasi generasi muda, khususnya milenial dan Generasi Z, yang kini menjadi kelompok terbesar di ibu kota.
Data SUPAS 2025 mengungkapkan generasi milenial menyumbang 24,82 persen dari total populasi, diikuti Gen Z sebesar 24,12 persen.
Proporsi ini melampaui generasi lain seperti Gen X yang berada di angka 21,85 persen dan baby boomer sebesar 10,72 persen.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, melihat kondisi ini sebagai momentum strategis bagi pembangunan kota.
“SUPAS 2025 memberikan sinyal kuat bahwa Jakarta sedang berada di puncak bonus demografi. Dominasi generasi muda yang produktif, tingkat kesuburan yang terkendali, serta rasio ketergantungan yang rendah adalah modal emas bagi kita untuk membangun Jakarta yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).
Tak hanya didominasi usia produktif, Jakarta juga mencatat rasio ketergantungan yang relatif rendah, yakni 40,34. Ini menandakan jumlah penduduk usia kerja jauh lebih besar dibandingkan kelompok usia nonproduktif.
Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Manggarai Jaksel Selama Proyek Pembangunan LRT
Selain itu, tingkat fertilitas total (TFR) berada di angka 1,79 anak per perempuan, serta kemampuan berbahasa Indonesia hampir merata dengan capaian 99,99 persen.
Kondisi tersebut dinilai memperkuat daya saing Jakarta dari sisi kualitas sumber daya manusia di tingkat global.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mulai menyesuaikan arah kebijakan untuk mengoptimalkan potensi generasi muda.
Sejumlah program telah digulirkan, mulai dari pelatihan vokasi hingga pengembangan ekosistem startup.
“Saat ini, kami sedang mempercepat Jakarta Ramah Lansia dengan memperluas layanan kesehatan lansia terintegrasi dan menciptakan lingkungan yang age-friendly,” ujarnya.
“Bagi generasi muda, melalui Program Jakarta Bangkit kami telah meluncurkan pelatihan vokasi, inkubasi startup, dan ekosistem kreatif bagi Gen Z dan Milenial,” sambungnya.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta menetapkan tiga fokus utama dalam memanfaatkan bonus demografi.
Pertama, peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan talenta generasi muda. Kedua, penguatan perlindungan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan lansia.
| Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Manggarai Jaksel Selama Proyek Pembangunan LRT |
|
|---|
| Dari Gang Sempit ke Medsos, KemenHAM DKI Jakarta Ungkap Pola Baru Tawuran Kota |
|
|---|
| Diduga Ada Intimidasi, KemenHAM DKI Jakarta Turun Tangan Awasi Sengketa Lahan di Kuningan |
|
|---|
| Tembok SDN 08 Tebet Barat Ambruk, Perbaikan Ditargetkan Rampung Pekan Ini |
|
|---|
| 22 Ribu Warga Pilih Pindah dari Jakarta, Mayoritas Usia Produktif Berpenghasilan Rendah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ilustrasi-Gen-Z.jpg)