Kamis, 7 Mei 2026

Tabrakan KRL VS Argo Bromo Anggrek

Takziah ke Rumah Duka Korban Tabrakan Kereta, Rano Karno: Empat Orang Itu Warga Jakarta

Wagub DKI sebut empat korban tewas kecelakaan KRL di Bekasi merupakan warga Jakarta

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Ramadhan L Q
TABRAKAN KERETA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno melayat ke rumah duka Nuryati (63) di Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026) siang. Nurhayati menjadi satu dari belasan korban meninggal dunia dalam kecelakaan tabrakan kereta di Bekasi, Jawa Barat pada Senin (27/4/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut empat dari 15 korban tewas kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur merupakan warga Jakarta.
  • Pemprov DKI telah mengerahkan BPBD, PMI, dan Damkar untuk membantu penanganan serta mendukung keluarga korban.
  • Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

WARTAKOTALIVE.COM, KEMAYORAN - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, empat dari belasan korban tewas dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam, adalah warga Jakarta.

“Berdasarkan informasi dari 14 korban (data terakhir), empat orang itu warga Jakarta,” ujar Rano di rumah duka Nuryati (62), salah satu korban meninggal dunia di Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026) siang.

"Walaupun yang satu ada guru dia tinggal di Cikarang, saya enggak sempat datang ke rumah beliau tapi kepala dinas sedang menuju ke sana," sambungnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Rano, langsung mengerahkan bantuan sejak malam kejadian. 

Sejumlah unsur seperti BPBD, PMI, dan Dinas Pemadam Kebakaran turut dikerahkan ke lokasi untuk membantu penanganan pascakecelakaan.

"Tadi semalam saya melihat di televisi kejadian di Bekasi, dan langsung malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi. Insya Allah turun BPBD kita turun ke Bekasi, kemudian PMI kita juga turun ke Bekasi, bahkan juga sebagian teman-teman dari Damkar juga turun ke Bekasi," tutur dia.

Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan dukungan bagi keluarga korban, termasuk dalam proses pemakaman.

Rano menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa. 

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga terjadi setelah adanya kendaraan yang mogok di jalur rel sebelum tabrakan terjadi.

"Ya sekali lagi inilah musibah yang memang tidak bisa kita hindari, tapi mudah-mudahan bisa harus segera dievaluasi. Karena kalau kita lihat runutan kejadiannya, yaitu ada sebuah taksi yang mogok di atas jalur kan, kemudian terjadilah benturan," kata dia.

"Nah, setelah itu memang ya agak terkejut saya juga melihat situasi gerbong perempuan hancur ya. Itu bingung saya bagaimana caranya, berarti kan keras, sangat keras sekali. Nah jadi sekali lagi ini menjadi bagian kita juga mengevaluasi," tambahnya.

Sementara itu, pantauan Warta Kota di rumah duka Nuryati (62), Selasa siang, tampak sejumlah karangan bunga dari sejumlah tokoh.

Beberapa di antaranya adalah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Kemudian ada juga dari Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid.

Korban Tewas Bertambah Jadi 15 Orang 

Terpisah, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menjenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) siang.
Kehadirannya di sana untuk melihat kondisi terkini para korban yang dirawat di RSUD Bekasi pasca insiden naas tersebut.
Rosan merasa prihatin atas kejadian kecelakaan kereta api dan saat ini korban meninggal sudah mencapai 15 orang.
"Ya korban yang tadi saya sampaikan dimasukkan ke rumah sakit itu ada 88, yang di mana 28 orang sudah keluar dari rumah sakit," jelasnya, Selasa.
Rosan memastikan, pemerintah bakal segera evaluasi terhadap PT KAI supaya peristiwa itu tidak terulang lagi di masa mendatang.
Ia menegaskan, pemerintah menarih perhatian khusus atas insiden ini kareta kereta api menjadi salah satu mobilitas utama masyarakat.
"Ya tentunya seperti yang disampaikan Bapak Presiden, itu akan dilaksanakan sesegera mungkin ya dan ini adalah langkah-langkah yang cepat dari
Bapak Presiden untuk memastikan kejadian seperti ini tidak pernah akan dan boleh terulang lagi gitu ya," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi untuk menjenguk korban luka kecelakaan kereta, Selasa (28/4/2026).
Prabowo menyatakan bakal segera melakukan investigasi atas insiden kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi.
"Tapi secara garis besar lintasan kereta api banyak tidak dijaga, itu segera kami atasi, pemda bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena bekasi juga padat, dan keperluan kereta api itu sangat penting dan mendesak," kata Prabowo, Selasa.

Menteri PPPA Jamin Pemulihan Korban Tabrakan Kereta

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026) siang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved