Kamis, 7 Mei 2026

Foto AI PPSU

Skandal Foto Rekayasa AI di Kalisari: Lurah dan Dua Pejabat Dicopot, PPSU Terancam Putus Kontrak

Skandal Foto Rekayasa AI di Kalisari: Lurah dan Dua Pejabat Dicopot, PPSU Terancam Putus Kontrak

Tayang:
timur.jakarta.go.id
LURAH KALISARI DINONAKTIFKAN - Buntut dari aksi manipulasi laporan warga menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang dilakukan petugas PPSU, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menonaktifkan Lurah Kalisari, Siti Nurhasana, bersama dua pejabat kelurahan lainnya per Selasa (7/4/2026). Langkah tegas ini diambil setelah Inspektorat Provinsi DKI Jakarta melakukan pemeriksaan maraton terkait rekayasa foto tindak lanjut aduan parkir liar di aplikasi JAKI. 

Ringkasan Berita:
  • Lurah Kalisari dan dua kepala seksi resmi dinonaktifkan usai terbukti memanipulasi laporan parkir liar di aplikasi JAKI menggunakan teknologi AI.
  • Oknum PPSU mengedit foto untuk menghilangkan mobil yang memblokade jalan, namun meninggalkan kejanggalan pada seragam petugas yang memicu kecurigaan warga.
  • Inspektorat menegaskan tindakan ini sebagai bentuk reformasi birokrasi guna memastikan setiap aduan masyarakat ditangani dengan jujur, akuntabel, dan tanpa rekayasa.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Integritas pelayanan publik di Jakarta Timur terguncang.

Buntut dari aksi manipulasi laporan warga menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang dilakukan petugas PPSU, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menonaktifkan Lurah Kalisari, Siti Nurhasana, bersama dua pejabat kelurahan lainnya per Selasa (7/4/2026).

Langkah tegas ini diambil setelah Inspektorat Provinsi DKI Jakarta melakukan pemeriksaan maraton terkait rekayasa foto tindak lanjut aduan parkir liar di aplikasi JAKI.

Baca juga: Skandal Rekayasa AI Laporan di Jakarta Timur: Lurah Kalisari Resmi Dinonaktifkan dari Jabatan

Selain lurah, Kepala Seksi Pemerintahan serta Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Kalisari juga dijatuhi sanksi disiplin dan pembinaan.

Kasus ini bermula saat seorang warga melaporkan pemblokiran Jalan Damai oleh kendaraan milik pelanggan sebuah bengkel.

Alih-alih melakukan penertiban fisik di lapangan, oknum petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) justru mengirimkan foto hasil olahan AI.

Dalam foto tersebut, deretan mobil yang dikeluhkan warga mendadak lenyap secara ajaib.

Namun, rekayasa tersebut meninggalkan jejak visual yang kasar.

Seragam petugas PPSU yang semula memakai topi dan aksen hitam berubah menjadi seragam oranye polos lengkap dengan helm.

Kejanggalan ini segera terdeteksi oleh pelapor dan viral hingga memicu kemarahan netizen.

Realita Lapangan: Ambulans dan Ojol Terjepit

Fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang kontras dengan laporan versi AI.

Jalan sempit selebar dua meter tersebut masih terblokade oleh empat unit mobil, termasuk satu kendaraan rongsokan. 

Baca juga: Geram, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin Minta Para Pegawai Tidak Main-main Menanggapi Laporan Warga

Kondisi ini memaksa pengemudi ojek online hingga ambulans harus memepet tembok perumahan demi bisa melintas.

"Keterlaluan, masak aduan warga dijawab pakai edit-editan AI. Bukannya diberesin, malah bohong," cetus Wawan, seorang driver ojol yang kerap melintasi jalur tersebut.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved