Berita Jakarta
Warga Pinggir Rel Ingin Hunian Layak setelah Didatangi Prabowo, Pramono: Problem dari Waktu ke Waktu
Kunjungan Presiden Prabowo ke kawasan permukiman bantaran rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, membawa harapan bagi warga.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ringkasan Berita:
- Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke kawasan permukiman bantaran rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, membawa angin harapan bagi warga
- Pramono Anung mengatakan, persoalan hunian di lokasi tidak layak, termasuk bantaran rel, bukan isu baru di Jakarta
- Beberapa jam setelah kunjungan presiden, ada instruksi pembongkaran bangunan di bantaran rel
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke kawasan permukiman bantaran rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, membawa harapan bagi warga.
Mereka berharap ada solusi nyata berupa hunian yang lebih layak dari pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mendukung upaya pemerintah pusat menangani persoalan permukiman di sepanjang rel kereta api.
"Pemerintah DKI Jakarta memberi support apa yang dilakukan pemerintah pusat untuk penanganan perumahan yang ada di sepanjang rel kereta api," kata Pramono Anung, Sabtu (28/3/2026).
Baca juga: Cerita Warga Pinggir Rel Kawasan Senen Jakpus Senang Salaman dengan Prabowo sebelum Rumahnya Digusur
Ia mengatakan, persoalan hunian di lokasi tidak layak, termasuk bantaran rel, bukan isu baru di Jakarta.
Pemerintah daerah telah mulai melakukan penanganan secara bertahap.
"Itu problem dari waktu ke waktu, yang sudah mulai ditangani pemerintah DKI, termasuk masyarakat yang mohon maaf tinggal di TPU (tempat pemakaman umum)," ucap Pramono.
Pramono menjelaskan langkah penataan yang telah dilakukan terhadap warga yang sebelumnya tinggal di area TPU.
Baca juga: Bertemu Presiden, Warga Bantaran Rel di Senen Jakarta Pusat Berharap Tinggal di Rumah Layak Huni
Mereka direlokasi ke rumah susun yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, pendekatan relokasi tersebut cukup efektif karena tidak hanya membuat kawasan menjadi lebih tertata, tetapi juga mendorong warga untuk mulai beradaptasi dengan hunian vertikal.
"Sekarang ini TPU lebih rapi setelah mereka mau dipindahkan ke rumah susun, enam bulan gratis, setelah itu mereka bayar atau sewa," kata Pramono.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat akan terus diperkuat demi menyelesaikan persoalan hunian di kawasan rawan tersebut.
Solusi Nyata
Bagi Imah (45), peristiwa pada Kamis (26/3/2026), terasa seperti mimpi yang nyata sekaligus membingungkan.
bangunan di rel ka
warga bantaran rel Senen
hunian di bantaran rel
bantaran rel
Pinggir rel kereta
Warga pinggir rel
rumah semi permanen di pinggir rel kereta api
pinggir rel kereta api
| Munjirin Pimpin Penangkapan Ikan Sapu-sapu di Waduk Kaja, 350 Kg Berhasil Dikumpulkan |
|
|---|
| Kejaksaan dan Polisi Titipkan 30 Kendaraan Sitaan di Pulo Gebang, Tanpa Retribusi |
|
|---|
| Perbaikan Jembatan di Jalan Pule Ciracas Jaktim Baru Selesai 15 Persen |
|
|---|
| Cegah Kanker Serviks, Kementerian Imipas Periksa Pegawai Perempuan |
|
|---|
| PKB Jakarta Perketat Seleksi Ketua DPC, 20 Kader Jalani Uji Kepatutan Berstandar Tinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/PENERTIBAN-Kondisi-permukiman-warga-di-bantaran-rel-kereta-dekat-Stasiun-Pasarsenen.jpg)