Senin, 4 Mei 2026

Mudik Lebaran 2026

Ibu Tiga Anak Ini Memanfaatkan Program Mudik Gratis Polri, Akui Lebih Mudah dan Minim Penipuan

Program mudik gratis yang diselenggarakan Polri menjadi pilihan masyarakat untuk pulang kampung.

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Warta Kota/Ramadhan L Q
MUDIK GRATIS - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo melepas keberangkatan program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 dengan total 4.009 pemudik yang diberangkatkan menggunakan 81 bus menuju Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelepasan itu dilakukan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Program mudik gratis yang diselenggarakan Polri menjadi pilihan masyarakat untuk pulang kampung
  • Polri memberangkatkan total 4.009 pemudik menggunakan 81 bus menuju Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Polri memastikan seluruh pengemudi dalam kondisi sehat melalui serangkaian pemeriksaan, seperti tes urine, alkohol, dan obat-obatan

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Program mudik gratis yang diselenggarakan Polri menjadi pilihan masyarakat untuk pulang kampung. 

Salah satunya dimanfaatkan Isfebri (33), warga Marunda, Jakarta Utara, yang mudik ke Kebumen, Jawa Tengah, bersama suami dan tiga anaknya.

Isfebri mendaftar program tersebut secara langsung di kantor Samsat Jakarta Utara dengan membawa dokumen sederhana seperti fotokopi KTP dan kartu keluarga (KK). 

Ia tahu informasi program mudik gratis Polri dari media sosial Instagram. 

Baca juga: Pramono Anung dan Rano Karno Berangkatkan Peserta Mudik Gratis 2026 Menuju 20 Kota di 6 Provinsi

Menurutnya, keikutsertaannya kali ini merupakan yang pertama untuk program dari Polri, meski sebelumnya ia pernah mengikuti mudik gratis dari instansi lain.

"Tahun lalu saya ikut dari Mitra Darat Kementerian Perhubungan, daftarnya online," katanya.

Isfebri menilai sistem pendaftaran offline seperti yang diterapkan Polri lebih mudah dan aman dibandingkan sistem online.

Ia sempat menemukan praktik percaloan saat mencoba mendaftar program mudik gratis secara daring.

Baca juga: Cerita Pedagang Kue Ikut Mudik Gratis ke Surabaya Difasilitasi Pemkab Karawang, Bisa Hemat Rp 4 Juta

"Kalau online itu sering ada calo, baru beberapa menit dibuka sudah habis, lalu ada yang nawarin lewat Facebook minta transfer uang," katanya.

Nominal yang diminta oleh oknum tersebut berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu untuk beberapa orang, padahal program mudik gratis seharusnya tidak dipungut biaya.

"Aslinya benar-benar gratis, harus hati-hati, karena banyak juga yang tertipu," katanya.

Meski tidak mengalami penipuan, Isfebri mendapatkan informasi tersebut dari komunitas media sosial. 

Baca juga: Kisah Haru Wawan di Program Mudik Gratis DKI: Biasanya Istri Naik Bus, Saya Naik Motor

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam mencari informasi dan tidak mudah tergiur tawaran yang mencurigakan.

"Kalau tidak kebagian, lebih baik cari program lain, banyak pilihan, seperti dari Pertamina, Jasa Raharja, atau KAI," ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved