Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Jakarta

Pramono Ungkap Alasan Jakarta Terasa Sangat Panas Beberapa Hari Ini

Suhu Jakarta mencapai 33–34 derajat celcius, Pramono Anung imbau warga tetap waspada dan cukupi kebutuhan cairan.

Tayang:
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
PRAKIRAAN CUACA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat ditemui di Pura Segara Jakarta Raya, Cilincing, Jakarta Utara pada Minggu (15/3/2026). Suhu Jakarta mencapai 33–34 derajat celcius, Pramono Anung imbau warga tetap waspada dan cukupi kebutuhan cairan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons kondisi cuaca panas yang melanda Ibu Kota dalam beberapa hari terakhir. 

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Jakarta dilaporkan mencapai 33 hingga 34 derajat Celsius.

Pramono menyampaikan bahwa cuaca panas tersebut diperkirakan hanya berlangsung sementara, yakni dalam beberapa hari ke depan.

“Jadi untuk, memang diperkirakan BMKG pada satu, dua, tiga hari ini cuacanya cukup panas, termasuk hari ini,” kata Pramono di Pura Segara Cilincing, Jakarta Utara pada Minggu (15/3/2026).

Meski suhu terasa menyengat, Pramono menjelaskan bahwa di sejumlah wilayah Jakarta masih terjadi gerimis.

Bahkan, BMKG memprediksi curah hujan akan kembali turun dalam waktu dekat.

"Sehingga dengan demikian pada saat nanti Idulfitri dan prediksinya pada saat Nyepi akan ada curah hujan," tambahnya.

Baca juga: Pemkot Bekasi Lepas 1.458 Warga Program Mudik Gratis 2026

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dengan kondisi cuaca panas yang terjadi saat ini.

“Jadi untuk warga di Jakarta nggak perlu khawatir, kita udah terlalu biasa dengan panas-panas yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kesehatan akibat paparan suhu panas yang tinggi.

Menurut Ani, cuaca panas dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari kekurangan cairan atau dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga kondisi yang lebih serius seperti heatstroke.

“Paparan cuaca panas yang tinggi bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, gangguan pernapasan, hingga iritasi kulit,” ujar Ani.

Ia menambahkan, ada beberapa kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami dampak kesehatan akibat cuaca panas ekstrem. 

Kelompok tersebut antara lain pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia (lansia).

“Kelompok rentan seperti pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas,” katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved