Jumat, 8 Mei 2026

Penganiayaan

Tak Tega Lihat Ibu Diminta Uang Terus, Remaja 15 Tahun Hantam Kakak Kandung dengan Palu Hingga Tewas

Tak Tega Lihat Ibu Diminta Uang Terus, Remaja 15 Tahun Hantam Kakak Kandung dengan Palu Hingga Tewas

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/Miftahul Munir
ADIK BUNUH KAKAK - Sebuah rumah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, berubah menjadi saksi bisu tragedi keluarga yang memilukan. Seorang remaja berinisial A (15) tega mengakhiri hidup kakak kandungnya sendiri, MAR, menggunakan sebuah palu pada Selasa (24/2/2026) malam, karena tidak tega melihat ibunya dimintai uang terus menerus oleh MAR untuk kebutuhan kuliah. 

Ringkasan Berita:
  • Remaja berinisial A (15) nekat menghantam kepala kakaknya (MAR) dengan palu hingga tewas di Kelapa Gading karena tak tega melihat ibunya terus diperas soal uang.
  • Konflik dipicu tekanan ekonomi pasca-perceraian orang tua; sang ayah dikabarkan sudah tujuh bulan tidak memberi nafkah dan memutus komunikasi dengan anak-anaknya.
  • NA, sang ibu, menekankan pentingnya co-parenting meski bercerai, agar anak-anak tidak menjadi korban psikologis yang berujung pada tindakan fatal.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Sebuah rumah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, berubah menjadi saksi bisu tragedi keluarga yang memilukan.

Seorang remaja berinisial A (15) tega mengakhiri hidup kakak kandungnya sendiri, MAR, menggunakan sebuah palu pada Selasa (24/2/2026).

A menghantamkan palu ke kepala kakaknya MAR hingga tak sadarkan diri.

Baca juga: Pelaku Penganiayaan 3 Karyawan SPBU Cipinang Muara Jaktim Pinjam Pelat Palsu untuk Isi Pertalite

Akibatnya nyawa MAR tak tertolong akibat luka berat yang diderita.

Bukan karena dendam kesumat yang berakar lama, apa yang dilakukan A adalah sebuah bentuk pembelaan pada sang ibu, yang salah jalan. 

A merasa tak tega melihat sang ibu, NA, terus-menerus ditekan oleh tuntutan uang dari sang kakak di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sedang goyah.

NA dengan mata sembab dan suara bergetar, menceritakan bahwa keretakan rumah tangga menjadi akar dari perubahan drastis perilaku anak-anaknya.

Pasca-perceraian, sang mantan suami yang memilih menikah lagi seolah menghilang ditelan bumi.

Bahkan memblokir nomor telepon anak-anak kandungnya sendiri selama tujuh bulan terakhir.

Himpitan ekonomi mulai terasa ketika MAR, sang kakak, membutuhkan biaya besar untuk keperluan kuliahnya.

Di sisi lain, sang ibu harus berjuang sendiri mencari nafkah tanpa dukungan finansial dari mantan suaminya.

"Dia (A) merasa kasihan kepada ibunya, kok uang terus yang ditanya. Kakaknya minta uang terus karena biaya kuliah memang besar. Akhirnya anak saya yang kecil itu gelap mata," tutur NA saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Kamis (26/2/2026) malam.

Duka Ibu: Pesan Penting Soal 'Co-Parenting'

A yang selama ini dikenal sebagai anak yang berperilaku baik, diduga mengalami trauma psikis akibat perceraian orang tuanya. 

NA menduga A bertindak impulsif karena tidak sanggup lagi melihat ibunya menderita sendirian menanggung beban hidup.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved