Kamis, 4 Juni 2026

Hari Ibu

Psikolog Klinis: Moms Gen Z Cenderung Lebih Terbuka dalam Menyuarakan Perasaan

Jennyfer menambahkan, peran pasangan kini semakin bergeser menjadi co-parent yang terlibat secara emosional dan praktis. 

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Memaknai Hari Ibu sebagai bentuk apresiasi keberanian dan kekuatan perempuan, bersama kampanye #SiapaTakutJadiIbu, PRENAGEN konsisten mendampingi moms dalam setiap fase perjalanan menjadi ibu secara holistik, mulai dari kesiapan fisik, mental dan emosional, hingga pemenuhan nutrisi, agar setiap perempuan siap menjalani motherhood dengan menjadi versi terbaik dirinya sendiri. 

WARTAKOTALIVE.COM-- Gambaran menjadi ibu kerap identik dengan cinta, kebahagiaan, dan kehangatan. Namun di balik itu, perjalanan menjadi ibu juga sarat dinamika, mulai dari rasa bahagia hingga kelelahan fisik dan emosional.

Dalam proses tersebut, ibu dapat mengalami berbagai kekhawatiran, seperti kondisi fisik yang dirasa belum optimal, perubahan suasana hati, tekanan untuk selalu terlihat baik-baik saja, hingga kebingungan memilah informasi yang benar.

Hal ini kembali menjadi perhatian pada peringatan Hari Ibu Nasional.

Psikolog Klinis Dewasa, Jennyfer, M.Psi., menyebutkan bahwa ibu dari generasi Z cenderung lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan.

Namun, paparan informasi berlebih di media sosial justru membuat mereka lebih mudah merasa kewalahan, terutama akibat standar “ibu ideal” yang tidak realistis.

Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan RI pada Oktober 2025 mencatat, 8,5 persen ibu hamil di Indonesia terindikasi memiliki potensi depresi, atau delapan kali lebih tinggi dibanding populasi dewasa umum.

Baca juga: Giwo Rubianto Raih Srikandi Indonesia 2025 di Hari Ibu, Api Perjuangan Perempuan Terus Menyala

Temuan ini menunjukkan bahwa banyak ibu menghadapi tantangan psikologis di balik keseharian yang tampak baik-baik saja.

“Yang dibutuhkan ibu bukan hanya informasi, tetapi juga validasi emosional. Beragam emosi dapat muncul bersamaan dan itu normal,” ujar Jennyfer.

Ia menegaskan bahwa kesiapan menjadi ibu tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental dan emosional, serta membutuhkan dukungan pasangan dan lingkungan sekitar.

Peran pasangan kini juga mengalami pergeseran menjadi co-parent yang terlibat secara emosional dan praktis.

Lingkungan yang suportif terbukti dapat menurunkan tingkat stres serta risiko baby blues.

Selain aspek emosional, pemenuhan nutrisi juga berperan penting dalam kesejahteraan ibu.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan hampir 30 persen ibu hamil mengalami anemia dan 17 persen berisiko Kurang Energi Kronik (KEK). 

Baca juga: Ribuan Perempuan Curhat Menjalani Peran sebagai Seorang Ibu, Mayoritas Kangen Masa-masa Me Time

Studi dalam Medical Journal of Indonesia (2017) juga mencatat sekitar 80 persen ibu hamil belum memenuhi kebutuhan protein harian.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Muhammad Fadli, Sp.OG, menekankan bahwa kebutuhan nutrisi ibu harus terpenuhi sejak persiapan kehamilan, masa kehamilan, hingga menyusui.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved