Berita Jakarta
Laba Bersih Ancol Turun, Anggota DPRD Minta Pemprov DKI Evaluasi Kinerja Direksi
Desakan itu karena korporasi mencatat penurunan laba bersih hingga 41,6 persen pada kuartal III tahun 2025
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Legislator DKI Jakarta mendesak pemerintah daerah untuk mengevaluasi kinerja jajaran manajemen dan direksi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) secara menyeluruh.
Desakan itu karena korporasi mencatat penurunan laba bersih hingga 41,6 persen pada kuartal III tahun 2025.
Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengatakan, audit kinerja secara komprehensif perlu segera dilakukan untuk memastikan pengelolaan dan strategi operasional perusahaan berjalan efektif.
“DPRD akan mendorong adanya audit dan pengawasan yang ketat, mengingat Ancol merupakan salah satu tempat rekreasi terbesar di DKI Jakarta yang banyak diminati masyarakat,” kata Rio pada Minggu (26/10/2025).
Menurutnya, kinerja direksi dan manajemen memiliki tanggung jawab besar terhadap strategi bisnis dan pengelolaan operasional yang berdampak langsung pada kinerja keuangan perusahaan daerah.
Karena itu, transparansi dan profesionalisme di tubuh manajemen menjadi hal penting untuk meningkatkan mutu pelayanan publik.
“Pelayanan yang baik akan berdampak pada kepercayaan publik dan peningkatan kinerja keuangan BUMD itu sendiri,” ucap Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta ini.
Diketahui, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 58,6 miliar hingga kuartal III 2025.
Angka ini turun 41,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 100,5 miliar.
Penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh turunnya pendapatan 9,4 persen, dari Rp 881,4 miliar menjadi Rp 798,5 miliar.
Meski beban pokok pendapatan turun Rp 22,3 miliar, beban langsung meningkat menjadi Rp 417,6 miliar, membuat laba kotor ikut menyusut menjadi Rp 358,4 miliar dari Rp 438,3 miliar.
Selain itu, beban administrasi dan penjualan meningkat, mendorong penurunan laba usaha menjadi Rp 164,2 miliar dari Rp 238,3 miliar tahun sebelumnya.
Sementara itu, rugi bersih investasi ventura bersama naik menjadi Rp 437 miliar, dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp 87,9 miliar dari Rp 143,4 miliar.
Adapun total aset PJAA hingga kuartal III 2025 tercatat Rp 3,43 triliun, menurun dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai Rp 3,59 triliun. (faf)
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News
Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09
| Warga di Kembangan Selatan Tuntut Penyelesaian Masalah Gorong-gorong, Ancam Aksi Jika Tak Ada Solusi |
|
|---|
| Polda Metro: 2 ART yang Terjun dari Lantai 4 Rumah Kos di Benhil Tak Alami Kekerasan |
|
|---|
| Lapas Cipinang Tegaskan Zero HP Ilegal, Narkoba, dan Penipuan |
|
|---|
| Pramono Anung Tegas, Sekolah Swasta Gratis Dilarang Pungut Biaya |
|
|---|
| Pramono Tetapkan Tarif Bus Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta, Segini Besarannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Sekretaris-Fraksi-PDI-Perjuangan-DPRD-DKI-Jakarta-Dwi-Rio-Sambodo.jpg)