Rabu, 22 April 2026

Berita Jakarta

Sekda DKI Pengganti Marullah, Perlu Figur Berkapasitas dan Paham Irama Pramono-Rano

Sekda DKI Pengganti Marullah, Perlu Figur Berkapasitas dan Paham Irama Gubernur

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
SEKDA DKI JAKARTA - Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad. Syaiful menjelaskan, menjadi Sekda DKI tidak hanya memenuhi persyaratan administrasi saja, tapi juga harusmemiliki kompetensi, komitmen, wawasan, kapasitas, kapabilitas, dan mampu membangun harmonisasi kepada semua pihak. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi DKI, Marullah Matali bakal memasuki masa pensiun kurang dari satu bulan lagi.

Banyak pihak yang meminta kepada Pemprov DKI untuk membentuk Panitia Seleksi calon Sekda DKI gantikan Marullah.

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad meminta masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk percayakan proses seleksi calon Sekda DKI kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung.

Syaiful menjelaskan, menjadi Sekda DKI tidak hanya memenuhi persyaratan administrasi saja, tapi juga harusmemiliki kompetensi, komitmen, wawasan, kapasitas, kapabilitas, dan mampu membangun harmonisasi kepada semua pihak.

"Tak kalah penting, Sekda DKI harus memiliki chemistry yang baik dengan Mas Pram agar koordinasi dan pelaksanaan kebijakan daerah berjalan optimal," ujarnya, Minggu (5/10/2025).

Baca juga: Supian Suri Gemakan Depok Jadi Kota Olahraga, Jadi Ruang Anak-anak Unjuk Kemampuan

Ia menjelaskan, Sekda DKI secara ex-officio juga menjabat Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi DKI Jakarta. 

 

Posisi ini menempatkan Sekda sebagai pejabat kunci dalam mengoordinasikan penyusunan kebijakan daerah, pelaksanaan tugas perangkat daerah, serta pemantauan dan evaluasi kebijakan. 

 

"Sekda DKI juga secara ex-officio menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ketua Tim Perencanaan SPBE, Sekretaris Forkopimda, Tim Penanggulangan Kemiskinan, dan lainnya," ungkap Syaiful.

 

Menurutnya, dalam menjalankan tugas operasional, Sekda DKI tentu lebih banyak lagi berkaitan dengan tata kelola pemerintahan maupun akuntabilitas pelaksanaan program.  

 

Syaiful juga mengingatkan kepada para calon Sekda DKI yang mulai membentuk “tim sukses” agar tidak meneruskan langkah tersebut. 

 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved