Berita Jakarta

UPNVJ dan POTADS Gelar Terapi Kelompok untuk Anak dengan Berkebutuhan Khusus

Melalui Program Pengabdian Masyarakat, UPNVJ dan POTADS Gelar Terapi Kelompok untuk Anak dengan Berkebutuhan Khusus

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS - Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) melalui program pengabdian masyarakat menggelar kegiatan bertajuk 'Penguatan Peran Komunitas dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Anak-anak dengan Down Syndrome melalui Pendekatan Fisioterapi dengan Terapi Kelompok'. Kegiatan yang bekerja sama dengan Komunitas Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) itu digelar di Klinik APIN, Jakarta Timur pada Senin (22/9/2025). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) melalui program pengabdian masyarakat menggelar kegiatan bertajuk 'Penguatan Peran Komunitas dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Anak-anak dengan Down Syndrome melalui Pendekatan Fisioterapi dengan Terapi Kelompok'. 

Kegiatan yang bekerja sama dengan Komunitas Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) itu digelar di Klinik APIN, Jakarta Timur pada Senin (22/9/2025).

Program ini dipimpin oleh dosen fisioterapi pediatri Fakultas Ilmu Kesehatan UPNVJ, Mona Oktarina, S.Ft., Ftr., M.Biomed, dengan pendampingan dari Dr Lustyta Puri Ardhiyati, Andy Sirada, SSt.Ft., M.Fis, serta mahasiswa fisioterapi UPNVJ.

Melalui pendekatan terapi kelompok, program ini dirancang untuk memberikan stimulasi motorik, sosial, dan kemandirian kepada anak-anak dengan Down Syndrome.

Selain itu, membekali orangtua dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung stimulasi lanjutan di rumah.

“Melibatkan komunitas dan orang tua secara aktif sangat penting. Terapi kelompok tidak hanya meningkatkan kemampuan anak, tetapi juga menciptakan lingkungan yang inklusif dan suportif,” ujar Mona dihubungi pada Senin (22/9/2025).

Baca juga: PP Aisyiyah dan YAICI Dampingi Balita Gizi Buruk di Bantar Gebang, Bekasi

Lebih lanjut dipaparkannya, kegiatan ini diawali dengan registrasi peserta dan sesi dokumentasi bersama. 

Selanjutnya, anak-anak mengikuti rangkaian sesi playdate yang meliputi aktivitas menyanyi dan menari, stimulasi motorik halus dan kasar

kemudian, permainan sensorik, parachute play, bubble play, serta ditutup dengan pembagian makanan ringan dan suvenir.

Tak hanya anak-anak, para orangtua juga dibimbing secara langsung oleh tim fisioterapis untuk memahami pentingnya fisioterapi dalam tumbuh kembang anak. 

Edukasi ini mencakup deteksi dini masalah postural serta peran stimulasi sensorik dan motorik dalam meningkatkan kualitas hidup.

"Program ini sejalan dengan prinsip Disability Awareness, yang menekankan pentingnya edukasi publik dalam memahami kebutuhan anak-anak dengan Down Syndrome serta mendorong partisipasi aktif komunitas," jelasnya.

Selain menjadi sarana promosi kesehatan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan lebih luas peran fisioterapi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.

Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model intervensi komunitas yang dapat direplikasi di berbagai daerah. 

Dengan begitu, lebih banyak anak dengan Down Syndrome dapat mengakses terapi yang berkualitas serta memperoleh dukungan sosial yang mereka butuhkan.

"Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya fisioterapi dalam mendukung tumbuh kembang anak, deteksi dini masalah postural, serta peran stimulasi motorik dan sensorik dalam meningkatkan kualitas hidup mereka," tutupnya.

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved