Kriminalitas
Ajat Trauma Usai Dianiaya karena Dituduh Jual Es Gabus Berbahan Spons
Ajat trauma setelah dituduh jual es gabus berbahaya, dagangan dihancurkan, kini ia berhenti berjualan.
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Ajat (49), pedagang es gabus di Kemayoran, trauma setelah dituduh memakai spons, dianiaya, dan dagangannya dihancurkan aparat.
- Meski sudah menjelaskan produknya aman, ia ketakutan dan memutuskan berhenti berjualan.
- Pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memastikan es gabus Ajat layak konsumsi dan tidak berbahaya.
WARTAKOTALIVE.COM, BOJONGGEDE - Suderajat (49) masih mengalami trauma usai dituduh memakai bahan baku spons pada es gabus yang dijual di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/1/2026) lalu.
Imbas tuduhan tersebut, pria yang akrab disapa Ajat itu dianiaya hingga dagangannya dihancurkan oleh sejumlah oknum dari aparat setempat.
Kini, Ajat memutuskan untuk berhenti berjualan karena takut mendapatkan penganiayaan yang sama.
“Takut saya ditimpuk lagi, dikeroyok, takut entar saya mati,” kata Ajat saat ditemui di kediamannya, wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor pada Selasa (27/1/2026).
Sudah tiga hari pasca kejadian, Anjat tidak memiliki penghasilan. Bahkan, sang istri kerap memarahinya.
Baca juga: Bocah Empat Tahun Hanyut di Kali Cikarang, Ditemukan Tewas Sehari Kemudian
Dianiaya dan Dagangan Dihancurkan
Saat kejadian, Ajat mengaku digampar, dipukul, dan ditendang menggunakan sepatu boots oleh beberapa pelaku.
Tak hanya itu, dagangan Ajat juga dibejek-bejek hingga hancur dan dilempar ke arah mukanya.
“Muka saya dilempar pake es kue, saya luka nih goresan berdarah,” kata Ajat saat ditemui di kediamannya
“Saya ditendang juga pakai sepatu boots sampai mental, disuruh bangun lagi, bangun lagi,” sambungnya.
Menurut keterangan Anjat, ada lima orang yang menginterogasi dan menyudutkan dirinya. Mereka berasal dari pihak kelurahan, kecamatan, dan TNI-Polri.
Sebelum kejadian, Anjat sudah menjelaskan bahwa dagangannya tidak beracun dan asli buatan pabrik rumahan di Depok, Jawa Barat.
Namun, warga dan aparat di lokasi tidak percaya hingga akhirnya penganiayaan tersebut terjadi.
“Mereka enggak minta maaf, saya dicuekin. sempat dibawa mobil polisi, buat jelasin es kue ini asli atau palsu,” ujarnya.
Sebagai informasi tambahan, hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memastikan produk es gabus tersebut layak dikonsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya. (m38)
| Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar Pabrik Cukai Palsu, Selamatkan Rp570 M |
|
|---|
| Warga Jepang Diduga Terlibat Kasus Pedofilia hingga Eksploitasi Anak, Begini Faktanya |
|
|---|
| Diduga Ada Masalah Asmara, Pria Dibacok Orang Tidak Dikenal di Tomang Jakarta Barat |
|
|---|
| Dugaan Pembegalan Model di Pinggir Tol Kebon Jeruk Jakarta Barat, Polisi: Tidak Pernah Terjadi |
|
|---|
| Jambret Ponsel Bocah yang Rekam Bus Telolet di Ciputat Tangerang Selatan, Pelaku Ditembak Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pedagang-Es-Gabus-di-Kemayoran-Dianiaya.jpg)