Sabtu, 30 Mei 2026

Tren Nilai Transaksi PBK Positif, Platform Trading Digital Bermunculan

Nilai transaksi PBK di Indonesia terus bertumbuh. Hal ini memunculkan berbagai platform trading digital dengan berbagai keunggulan.

Tayang:
Editor: Eko Priyono
Warta Kota/HO-Invetra
PLATFORM DIGITAL - Ilustrasi trading melalui Invetra, platform digital yang diklaim membawa kapabilitas trading berstandar global langsung ke tangan trader Indonesia di pasar forex, emas dan komoditas. 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Transaksi perdagangan berjangka komoditi di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti, total nilai transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) mencapai Rp33,214 triliun.

Data tersebut dicatat pada tahun 2024 lalu. Di tahun sebelumnya, total nilai transaksi PBK berada di angka Rp25,679 triliun. Artinya ada kenaikan sebesar 29,34 persen jika data tahun 2023 dibandingkan dengan data tahun 2024.

Bagaimana dengan tahun 2025? Nilai nominal dari transaksi PBK selama tahun 2025 adalah sebesar Rp48.867 triliun atau naik 49,8 persen secara tahunan (yoy) dengan jumlah volume transaksi sebesar 14,56 juta lot atau naik 12 persen yoy.

Tren positif terhadap instrumen derivatif seperti forex dan komoditas ini turut mendorong munculnya berbagai platform trading digital. Mereka berupaya menjawab kebutuhan investor akan layanan investasi di Tanah Air. Satu di antaranya adalah platform keluaran PT Invetra Teknologi Berjangka bernama Invetra.

Jufri Sinurat, Direktur PT Invetra Teknologi Berjangka menjelaskan pihaknya telah mengantongi lisensi lokal di bawah pengawasan Bappebti. Platform pihaknya diklaim membawa kapabilitas trading berstandar global langsung ke tangan trader Indonesia di pasar forex, emas dan komoditas.

"Kehadiran kami mencerminkan tren pertumbuhan yang tengah berlangsung di sektor keuangan digital Indonesia. Kami melihat trader Indonesia semakin membutuhkan platform yang stabil dan responsif. Infrastruktur kami dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut, terutama dalam kondisi pasar yang bergerak cepat," ujar Jufri melalui keterangan, Jumat (29/5/2026).

Selain tren positif nilai transaksi PBK, lanjut Jufri, perkembangan ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 360 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2030 mendatang. Proyeksi itu berdasarkan laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek dan Bain & Company.

Pasar forex

Jufri menambahkan, pihaknya akan fokus melayani trader aktif di pasar forex dan komoditas yang mengutamakan presisi, kecepatan dan antarmuka yang dirancang untuk bertahan di tengah intensitas trading harian.

"Kami melihat bahwa trader Indonesia berhak mendapatkan platform yang bergerak secepat ritme mereka. Kami bisa menjadi jawaban karena kami memberikan solusi untuk menghadirkan performa tinggi dan inovasi yang berpusat pada pengguna ke pasar lokal," ujarnya.

Trader nantinya dapat menjelajahi platform melalui website, Android, maupun iOS untuk mendapatkan pengalaman langsung dengan beragam instrumen trading unggulan, mencakup forex, logam, indeks dan komoditas. Seluruhnya dalam lingkungan trading yang mengacu pada standar regulasi dan praktik industri.

"Dengan menjadikan diversifikasi portofolio lebih mudah dan aman, kami menempatkan diri sebagai bagian dari perkembangan ekosistem trading digital Indonesia yang semakin matang," tutup Jufri.

Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News

Dapatkan informasi lain dari Wartakotalive.com lewat WhatsApp di sini

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved