Selasa, 9 Juni 2026

Berita Jakarta

Efek Perang Timur Tengah, Harga Plastik di Retail Naik 50 Persen

Tidak hanya gelas plastik, piring dan mangkuk sterofom juga mengalami kenaikan harga dari Rp 36.000 perpack isi 50 biji menjadi Rp 41.000.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota
TOKO PLASTIK - Toko Plastik di Plamerah, Jakarta Barat mengalami penurunan daya beli dan sepi setelah terjadi kenaikan harga sejak beberapa hari terakhir. Kenaikan harga Plastik jinjing di Toko Palmerah sekira 50 persen, Kamis (2/4/2026). (WARTA KOTA/MIFTAHUL MUNIR) 
Ringkasan Berita:
  • Pedagang plastik di Palmerah keluhkan kenaikan harga sejak 1 April 2026.
  • Harga kantong plastik naik dari Rp12.000 jadi Rp18.000, penjualan menurun.
  • Produk lain seperti gelas, styrofoam, dan wadah juga ikut naik.
  • Kenaikan berdampak ke pedagang kecil, laba menipis dan daya beli turun.

 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir


WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Pedagang toko plastik di Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat mengeluhkan kenaikan harga sejak Rabu (1/4/2026) kemarin.

Salah satu pedagang bernama Oplet (23) mengaku mengalami penurunan daya beli usai terjadi kenaikan harga signifikan.

Satu pack kantong plastik jinjing yang biasa ia jual Rp 12.000 hini menjadi Rp 18.000.

"Kalau gelas plastik juga naik sedikit Rp 1.000, penjualan enggak kaya biasanya," tuturnya, Kamis.

Tidak hanya gelas plastik, piring dan mangkuk sterofom juga mengalami kenaikan harga dari Rp 36.000 perpack isi 50 biji menjadi Rp 41.000.

Kemudian, gelar walpaper alami kenaikan harga dari Rp 27.000 perpack menjadi Rp 29.000.

Konflik Timur Tengah, Pariwisata Indonesia Kehilangan Potensi Pendapatan Rp 2 Triliun 

"Faktonya mungkin karena ada perang di Timur Tengah itu kalinya. Saya juga enggak begitu paham dari sananya sudah naik," tegasnya.

Sementara itu, Tazkia pedagang Cilor keliling kaget ketika membeli plastik tenteng mengalami kenaikan.

Ia pun bingung untuk mengatur pengeluaran belanja karena pastinya akan mendapat keuntungan tipis.

"Beli plastik sih dua hari sekali ya, kalau naik gini kan pasti pengaruh ke pendapatan," terangnya.

Pria 38 tahun menyatakan, dirinya setiap hari membawa uang kotor sekira Rp 200.000 sampai Rp 300.000 dan setengahnya digunakan untuk belanja.

Jika harga plastik naik, pastinya akan mempengaruhi pendapatan karena uang belanjanya jadi ikut bertambah.

"Belinya dua hari sekali kan kadang kalau yang beli maunya makan fi rumah baru pakai plastik kalau kaya anak-anak mah langsung di makan," tandasnya. (m26)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved