Minggu, 7 Juni 2026

Kuliner

Mencicipi Gado-Gado Legendaris Sejak 1999 di Kayuringin Bekasi

Gado-Gado Perapatan Kayuringin di Bekasi Selatan tetap eksis sejak 1999 dengan racikan turun-temurun khas Sunda.

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Rendy Rutama
KULINER LEGENDARIS - Pemilik Gado-Gado Perapatan Kayuringin, Aep Saefulloh ditemui di warung gado-gado miliknya, Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Kamis (4/6/2026). Gado-Gado Perapatan Kayuringin miliknya ini tetap eksis sejak 1999 dengan racikan turun-temurun khas Sunda. 
Ringkasan Berita:
  • Gado-Gado Perapatan Kayuringin di Bekasi Selatan menjadi salah satu kuliner legendaris yang telah beroperasi sejak 1999.
  • Usaha keluarga ini kini dilanjutkan Aep Saefulloh sejak 2011 dengan resep turun-temurun dari orang tua. 
  • Mengusung cita rasa khas Sunda, warung ini mampu menjual lebih dari 100 porsi per hari. 
  • Harga dibanderol Rp15.000-Rp17.000 per porsi, dan buka setiap hari pukul 07.30-14.30 WIB di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Sejumlah pilihan kuliner menarik dapat ditemui di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Salah satunya adalah Gado-Gado Perapatan Kayuringin yang tetap eksis sebagai salah satu kuliner legendaris di Kota Bekasi.

Berlokasi di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, rumah makan sederhana ini telah melayani pelanggan sejak tahun 1999.

Pemilik Gado-Gado Perapatan Kayuringin, Aep Saefulloh, mengatakan usaha tersebut pertama kali dirintis oleh sang ayah dan hingga kini tetap beroperasi di lokasi yang sama.

“Kalau mulai jualannya dari tahun 90-an, persisnya sekitar tahun 1999. Dari dulu memang di sini, yang jualan pertama bapak saya,” kata Aep saat ditemui TribunBekasi.com (Warta Kota Network) di lokasi, Kamis (4/6/2026).

Aep menjelaskan, dirinya mulai melanjutkan usaha keluarga tersebut sejak 2011 setelah sang ayah berhenti berjualan. Ia mengaku seluruh resep dan cara meracik bumbu dipelajari langsung dari orang tuanya, sehingga cita rasa yang disajikan tetap mempertahankan racikan asli keluarga.

“Belajarnya langsung dari orang tua. Memang resepnya turun-temurun,” ujarnya.

Baca juga: Debat Ketiga Caketum BPP HIPMI, Reynaldo Dorong Hilirisasi Merata untuk Pengusaha Daerah

Pria asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat itu menuturkan, racikan gado-gado yang dijualnya memiliki cita rasa khas Sunda dengan dominasi rasa gurih yang membuat pelanggan kembali datang.

Dalam sehari, Gado-Gado Perapatan Kayuringin rata-rata menjual lebih dari 100 porsi. Bahkan, penjualan sempat meningkat hingga 150 porsi per hari pada dua hingga tiga hari setelah Lebaran Idul Fitri 2026.

“Paling banyak kemarin habis Lebaran, sampai 150 porsi sehari,” tuturnya.

Untuk harga, satu porsi gado-gado dibanderol Rp15.000 tanpa nasi atau lontong, dan Rp17.000 dengan tambahan nasi atau lontong. Harga tersebut juga berlaku untuk menu karedok dan ketoprak.

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi, warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.30 WIB hingga 14.30 WIB.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved