Senin, 25 Mei 2026

Idul Adha

19.000 Hewan Kurban di Bekasi Diperiksa, Mayoritas Sehat

Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi memeriksa 19 ribu hewan kurban, sebagian ditemukan sakit namun tetap terkendali.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Ramadhan L Q
PEMERIKSAAN HEWAN KURBAN - Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi memeriksa 19 ribu hewan kurban, sebagian ditemukan sakit namun tetap terkendali. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian telah memeriksa sekitar 19.000 hewan kurban di 227 titik penjualan menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
  • Hasil pemeriksaan menunjukkan mayoritas hewan dalam kondisi sehat dan layak kurban, meski ditemukan sejumlah kasus iritasi mata serta gejala PMK pada beberapa sapi.
  • Petugas memastikan pengawasan terus dilakukan hingga H-1 Iduladha dan mengimbau masyarakat membeli hewan yang telah lolos pemeriksaan kesehatan.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian telah memeriksa sebanyak 19.000 hewan kurban jelang Idul Adha 1447 Hijriyah/ 2026.

Hasilnya, ada beberapa hewan kurban terkena penyakit namun mayoritas hewan kurban aman dikonsumsi.

Ketua Tim Pengendalian Penyakit Hewan dan Penjamin Kesehatan Hewan (P2HPKH) pada Dinas Pertanian Dewi Suryani mengatakan, pihaknya beranggotakan 32 personel kesehatan dan para dokter hewan telah bertugas sejak beberapa pekan lalu untuk memeriksa hewan kurban di seluruh lokasi penjualan baik di tingkat peternakan maupun eceran.

Hingga saat ini telah memeriksa sedikitnya 19.000 ekor hewan kurban dari 227 titik penjualan. Meski begitu, jumlah tersebut dipastikan terus bertambah karena pemeriksaan masih terus dilakukan.

“Pemeriksaan terus kami lakukan hingga H-1 Idul Adha. Nantinya tidak hanya di tingkat penjual tapi juga bergeser ke tempat-tempat atau masjid-masjid yang akan menyelenggarakan penyembelihan. Kami periksa juga kondisi kesehatannya,” ucap dia, pada Minggu (24/5/2026).

Baca juga: Abdul Ghoni Geram, Sebut  Pelaksanaan Mubes FORKABI di Depok  ilegal 

Dari 19.000 mayoritas di antaranya sapi yang mencapai sekitar 9.000 ekor. Kemudian domba 5.600 ekor dan kambing 4.400 ekor.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, hampir seluruh hewan dalam kondisi sehat dan siap kurban. Namun, diakui Dewi terdapat beberapa kasus penyakit yang diderita, di antaranya penyakit mata.

“Penyakit mata kami temukan di Cikarang Barat, jadi ada iritasi di mana matanya merah dan berair. Dari hasil pemeriksaan terindikasi karena perubahan cuaca, ada perbedaan cuaca dari lingkungan asalnya hingga ke sini. Misalkan asal Garut yang mungkin dingin, sedangkan di Bekasi panas. Itu berpengaruh,” ucap dia.

Kemudian gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) ditemukan pada beberapa sapi. Meski tidak bisa digunakan untuk kurban, kata Dewi, tapi masih layak dikonsumsi jika dimasak dengan benar.

“Yang PMK itu kami temukan gejalanya. Kami minta dipisahkan dengan hewan yang sehat lainnya. Namun PMK itu kan bukan penyakit yang menular ke manusia sebenarnya. Jika dimasak dengan benar, dagingnya aman untuk dikonsumsi. Tapu untuk kurban belum bisa karena kami minta untuk diobati dulu sampai sembuh,” ucap dia.

Dewi mengimbau masyarakat membeli hewan kurban yang telah diperiksa kesehatannya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat antara lain dari gerak hewan yang aktif, nafsu makan baik, mata cerah, hidung bersih, serta bulu tidak kusam.

Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan kondisi fisik hewan, seperti tidak kurus, tidak cacat, tidak buta, serta memiliki kaki dan tanduk yang normal.

“Pada kondisi ini masyarakat bisa melihat langsung dan memeriksa tanda-tandanya dengan bertanya ke penjual. Tidak apa-apa detail agar pasti kondisinya sehat,” kata Dewi. (MAZ)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved