Berita Bekasi
Muara Ciherang Hanya Sedalam 20 Cm, Nelayan dan Petani Terdampak
Nelayan di Desa Pantai Harapan Jaya mengeluhkan pendangkalan Muara Ciherang. BBWS Ciliwung Cisadane segera pengerukan darurat.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dian Anditya Mutiara
Ringkasan Berita:
- Nelayan dan petani di Pantai Harapan Jaya mengeluhkan pendangkalan Muara Ciherang yang menghambat aktivitas.
- BBWS Cilicis akan segera melakukan pengerukan darurat dengan menurunkan alat berat.
- Penanganan permanen Muara Ciherang ditargetkan mulai terealisasi pada 2027.
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Nelayan di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, mengeluhkan kondisi muara menuju laut yang mengalami pendangkalan.
Kondisi tersebut membuat kapal nelayan kesulitan melintas saat membawa hasil tangkapan ikan dari laut.
Seorang nelayan, Jejen Zaenudin, mengatakan pendangkalan muara sungai sangat mengganggu aktivitas nelayan maupun petani di wilayah tersebut.
Karena itu, ia berharap ada upaya normalisasi atau pengerukan muara sungai agar aktivitas masyarakat kembali lancar.
"Kita sudah sampaikan agar ada pengerukan agar membantu aktivitas kapal nelayan dan petani juga," kata Jejen, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Enam Titik Tanggul Sungai Citarum di Muaragembong Rusak, Tiga Kali Jebol dalam Sebulan
Menurut dia, pengerukan darurat ini memberikan harapan baru bagi keberlangsungan hidup para petani dan nelayan di wilayah pesisir utara Bekasi.
"Usulan sudah disampaikan dan dapat respons cepat dari pihak balai sungai, mudah-mudahan saja," ujarnya.
Kepala Desa Pantai Harapan Jaya, Mahir Nurmawan, menyatakan pihak balai sungai telah menerima keluhan warga dan akan segera melakukan pengerukan serta perbaikan Bendungan Muara Ciherang.
“Kami mendukung serta siap mengawal pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane agar program Bendungan Muara Ciherang dapat segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya Desa Pantai Harapan Jaya,” tuturnya.
BBWS Cilicis Siapkan Pengerukan Darurat
Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane akan segera menurunkan alat berat ke Muara Ciherang.
Langkah tanggap darurat ini dilakukan untuk mengeruk sedimentasi lumpur yang memicu pendangkalan parah sekaligus menyebabkan intrusi air laut ke lahan pertanian warga.
Keputusan tersebut diambil setelah pihak BBWS Cilicis melakukan survei lapangan menyusuri aliran sungai sepanjang enam kilometer bersama sekitar 150 petani dan nelayan setempat.
Baca juga: Banjir 10 Hari Rendam Desa Pantai Harapan Jaya Muaragembong
Kepala BBWS Cilicis, Ahmad Victor Samodra, mengungkapkan kondisi Muara Ciherang kini menjadi prioritas penanganan darurat.
Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, kedalaman air di lokasi hanya tersisa sekitar 20 sentimeter akibat tertimbun endapan lumpur setebal 80 sentimeter.
| Proyek Wisata Air Kalimalang Dipastikan Molor, Ini Alasannya |
|
|---|
| Langkah Pemkot Bekasi Soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Pondok Gede |
|
|---|
| Cerita Damkar Kota Bekasi Sukses Selamatkan Mak Opah dari Gigitan Ular Berbisa |
|
|---|
| Polemik Lapangan Padel Dekat Sekolah di Bekasi Belum Usai, Pemkot Masih Stop Pembangunan |
|
|---|
| Waris Diperebutkan Tante, Kuasa Hukum Anak Yatim di Bekasi Tunjukkan Wasiat dan Akta Lahir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pendangkalan-Sungai-Ciliwung24.jpg)