Breaking News
Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bekasi

Pemkab Bekasi Usulkan Fly Over dan Underpass di Dua Titik Rawan Kecelakaan Ini

Pemkab Bekasi ajukan pembangunan fly over dan underpass di Telaga Asih dan Lemahabang untuk atasi kemacetan dan tingkatkan keselamatan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Muhammad Azzam
PERLINTASAN KA SEBIDANG - Perlintasan KA sebidang di Lemah Abang Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Kamis (7/5/2026). Di lokasi ini kerap terjadi kemacetan setiap jam sibuk sehingga dinilai sangat rawan kecelakaan. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Bekasi mengusulkan pembangunan fly over di Telaga Asih dan underpass di Lemahabang sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan mengurai kemacetan di perlintasan KA sebidang. 
  • Usulan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pasca insiden di Stasiun Bekasi Timur. 
  • Kedua proyek tersebut telah memiliki DED, dengan estimasi anggaran Rp 85 miliar untuk fly over dan Rp 99 miliar untuk underpass. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengusulkan pembangunan dua titik perlintasan kereta sebidang pasca kejadian kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.

Usulan itu dilakukan sebagai bagian dari komitmen peningkatan keselamatan yang diminta Presiden Prabowo Subianto.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono mengatakan, kedua usulan itu yakni pembangunan jalan layang (fly over) di perlintasan Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat dan pembangunan lintas bawah (underpass) di perlintasan Lemahabang Kecamatan Cikarang Utara.

Pembangunan di kedua titik ini dinilai krusial lantaran tingginya volume lalu lintas kendaraan.

“Kami sudah sampaikan kepada Bappenas bagaimana kondisi di Kabupaten Bekasi. Dua titik tersebut memang kemacetannya luar biasa. Maka dua itu yang kami usulkan, sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo yang untuk membenahi perlintasan sebidang di seluruh wilayah,” kata Agus saat dihubungi pada Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, kedua perlintasan sebidang itu sudah memenuhi persyaratan untuk dibangun.

Bahkan Detail Engineering Design (DED) sudah lebih dulu dibuat.

“Dari sisi perencanaan teknis sudah, termasuk kisaran biayanya ada. Sehingga harapan kami bisa disetujui usulan ini,” ucap dia.

Baca juga: KAI Soroti Maraknya Pelanggaran di Perlintasan KA, Total Ada 26 Kecelakaan Sepanjang 2026

Dari penghitungan sementara berdasarkan DED, pembangunan underpass Lemahabang memerlukan biaya Rp 99 miliar sedangkan fly over Telaga Asih Rp 85 miliar.

“Itu untuk konstruksi karena DED-nya sudah ada. Tapi nanti kemudian dihitung ulang oleh Bappenas kebutuhannya seperti apa,” kata dia,

Seperti diketahui, perlintasan sebidang Lemahabang berada dekat dengan Stasiun Lemahabang. Perlintasan ini menghubungkan Jalan Provinsi Kiyai Mak’mun Nawawi Cikarang-Cibarusah dengan Jalan Nasional Jenderal Urip Sumoharjo.

Pembangunan underpass Lemahabang, kata Agus, sudah sejak lama direncanakan. Bahkan, Pemkab Bekasi telah membebaskan lahan di sekitar lokasi untuk dibangun. Namun rencana itu tak kunjung terealisasi.

“Harapannya itu dibangun oleh provinsi atau pusat karena lokasinya berada di jalan provinsi dan juga nasional. Kabupaten menyiapkan lahannya sekaligus DED-nya. Namun memang masih belum. Maka di momentum ini, kami harap usulannya bisa terwujud,” ucap dia.

Pembangunan underpass Lemahabang dinilai paling siap karena selain DED-nya telah dibuat, lahannya pun tersedia. “Istilahnya kalau disetujui, tinggal langsung dikerjakan,” kata dia.

Sedangkan perlintasan Telaga Asih berada di antara perbatasan Cikarang Barat dan Cibitung. Sama halnya dengan Lemahabang, lalu lintas di titik ini padat. Pada pagi dan sore hari, kemacetan kerap terjadi di pintu perlintasan.

Agus mengatakan, perlintasan Telaga Asih pun sebelumnya telah diajukan untuk dibangun fly over sehingga DED telah dibuat. Namun pembangunan tak kunjung terealisasi.

“Skemanya seperti underpass Tambun dan Cibitung di mana harapan kami pembangunannya dari Kementerian Perhubungan karena ini untuk keselamatan perjalanan kereta api juga. Namun belum terealisasi, maka kami usulkan saat ini,” kata dia.

Berbeda dengan Lemahabang, pembangunan fly over Telaga Asih masih memerlukan pembebasan lahan. “DED-nya sudah ada, pembebasan lahan belum. Dari Bappenas sendiri memang yang menjadi hambatan di semua daerah itu proses pembebasan lahan. Nah di Bekasi kami sampaikan bahwa kami siap pembebasan lahannya. Semoga ini pun bisa terealisasi,” ucap dia.

Agus mengatakan, usulan pembangunan di perlintasan sebidang ini terpisah dengan pembangunan pintu perlintasan yang diusulkan melalui bantuan provinsi senilai Rp 15 miliar. “Kalau banprov itu untuk pintu perlintasan yang titiknya berbeda. Dan untuk banprov sudah diusulkan melalui musrenbang provinsi. Jadi sebelum kejadian yang di Bekasi Timur, sebenarnya sudah kami usulkan,” kata Agus. (MAZ) 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved