Tabrakan KRL VS Argo Bromo Anggrek
Kasus Kecelakaan Kereta Bekasi Memanas, KAI Siap Buka Data ke Polisi
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, membenarkan pihaknya telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Polda Metro Jaya pada Senin (4/5/2026).
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- PT KAI penuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait penyelidikan kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
- Dirut KAI Bobby Rasyidin menyatakan siap kooperatif dan dukung pengusutan bersama KNKT.
- Polisi periksa berbagai pihak, termasuk Taxi Green, dinas terkait, dan KAI Daop 1.
- Sebanyak 31 saksi telah diperiksa, disertai olah TKP, bukti, dan analisis CCTV untuk ungkap penyebab.
Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memenuhi panggilan pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya, terkait penyelidikan kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin (27/4/2026).
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, membenarkan pihaknya telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Polda Metro Jaya pada Senin (4/5/2026).
"Sudah, sudah mulai ya. Kami mendukung upaya hukum, kami juga mendukung sekali upaya KNKT untuk mengungkap sebab-musabab dari kejadian ini," kata Bobby saat ditemui di stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (4/5/2026).
Bobby menjamin, KAI akan bersikap kooperatif dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Namun saat ditanya terkait durasi pemeriksaan yang dijalaninya, Bobby mengaku belum mengetahui secara pasti.
"Saya belum dikasih tahu," singkatnya.
Sebagai informasi, Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait kasus kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, pada Senin (4/5/2026) hari ini.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, pemeriksaan akan dilakukan mulai pihak Taxi Green SM hingga dinas terkait.
"Pemeriksaan terhadap pihak Taxi Green, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Ruang, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian dilaksanakan di Polda Metro Jaya dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB," kata Budi, dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Selain itu, polisi juga akan memeriksa saksi tambahan dari pihaK KAI Daop 1 Jakarta.
“Pemeriksaan terhadap saksi tambahan dari Daops 1 akan dilaksanakan di Kantor Daops 1 Manggarai pada pukul 10.00 WIB,” tambahnya.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami penyebab serta pihak yang bertanggung jawab dalam insiden kecelakaan tersebut.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa 31 saksi, mulai dari pengemudi taksi, penjaga palang pintu, petugas operasional PT KAI, hingga korban dan saksi di lokasi.
Penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti, serta menganalisis rekaman CCTV.
“Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya,” tuturnya.
“Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang, yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut,” sambung Budi.
17 Korban Masih Dirawat
T Kereta Api Indonesia (KAI) terus melanjutkan pendampingan kepada seluruh pelanggan dan keluarga terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur hingga setiap tahapan penanganan selesai.
Berdasarkan data terhimpun hingga Senin (4/5/2026), sebanyak 84 pelanggan telah kembali ke rumah, sementara 17 pelanggan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
KAI memastikan pemantauan kondisi pelanggan dilakukan secara berkala agar seluruh kebutuhan penanganan dapat terpenuhi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pendampingan diberikan secara menyeluruh, baik bagi pelanggan yang masih dirawat maupun yang telah kembali ke rumah.
“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujarnya pada Senin (4/5/2026).
Baca juga: Pemeriksaan Saksi Kasus Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi, dari Pemerintah hingga Sopir Taksi
KAI juga menyediakan mekanisme klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri.
Dokumen yang diperlukan meliputi bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening.
Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian paling lambat 21 hari kerja.
Sebagai bagian dari proses pemulihan, layanan trauma healing masih tersedia bagi pelanggan dan keluarga yang membutuhkan.
Pengajuan dapat dilakukan melalui Posko Informasi di Bekasi Timur maupun call center 0812-9660-5747.
Pendampingan dapat dimulai melalui telemedicine dan dilanjutkan secara langsung sesuai kebutuhan.
KAI juga terus menangani barang bawaan pelanggan yang tertinggal saat kejadian.
Hingga 4 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 115 barang ditemukan.
Dari jumlah tersebut, 61 barang telah dikembalikan kepada pemilik, sementara 54 barang masih menunggu pengambilan.
Seluruh barang telah diamankan dan didata melalui layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur. KAI mengimbau pelanggan, keluarga, maupun kerabat yang merasa kehilangan barang agar segera mendatangi posko untuk proses verifikasi dan pengambilan.
“KAI menjamin setiap barang diproses melalui verifikasi yang cermat agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” tambah Anne.
Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur tetap dibuka hingga 11 Mei 2026 sebagai pusat layanan pendampingan, mencakup informasi, koordinasi administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis.
“KAI akan terus memastikan seluruh proses pendampingan berjalan dengan baik agar pelanggan dan keluarga dapat melalui masa pemulihan dengan lebih tenang dan terarah,” tutup Anne.
Tinjau Operasional
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin melakukan peninjauan langsung terhadap operasional perjalanan kereta api, mencakup layanan Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh di lintas Manggarai hingga Bekasi Timur, guna memastikan perjalanan berjalan aman dan semakin terkendali menjelang hari kerja.
Kunjungan dimulai dari Stasiun Manggarai sebagai simpul utama operasional, kemudian dilanjutkan menyusuri lintas Bekasi hingga Stasiun Bekasi Timur untuk melihat langsung kondisi perjalanan KRL, kelancaran pergerakan kereta api jarak jauh, serta layanan pendampingan yang masih berlangsung di lokasi.
Di Bekasi Timur, perhatian tertuju pada Posko Informasi yang menjadi ruang pendampingan bagi pelanggan dan keluarga.
Peninjauan kemudian berlanjut ke RS Primaya Bekasi Timur dan RS Primaya Bekasi Barat untuk memastikan kondisi pelanggan yang masih menjalani perawatan, sekaligus menyampaikan dukungan secara langsung.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang hadir selama proses penanganan.
Di area Stasiun Bekasi Timur, rangkaian bunga dan ungkapan doa dari masyarakat tampak tersusun sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada para pelanggan yang terdampak.
“Kepedulian yang hadir menjadi kekuatan untuk terus melangkah. Saat ini fokus kami adalah memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, mendampingi pelanggan dan keluarga, serta menjaga keselamatan ke depan. Kami akan terus hadir dalam setiap proses yang dijalani,” ujar Bobby pada Minggu (3/5/2026).
Baca juga: Tak Ada Demo Turun ke Jalan, Peringatan May Day 2026 di Karawang Diisi Baksos dan Santunan
Sejalan dengan proses pemulihan yang terus berjalan, KAI melakukan pemantauan kondisi pelanggan secara berkala. Per Minggu (3/5) pukul 07.00 WIB, tercatat 81 pelanggan yang dirawat telah kembali ke rumah setelah menjalani perawatan, sementara 19 pelanggan lainnya masih dalam penanganan lanjutan di rumah sakit.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pendampingan terus dilakukan agar proses pemulihan berjalan dengan baik.
“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujar Anne.
Bagi pelanggan yang telah melakukan pengobatan secara mandiri, KAI menyediakan mekanisme klaim atau reimbursement. Persyaratan meliputi alat pembayaran yang memuat data perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening. Setelah berkas dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi.
“Proses klaim berlangsung paling lambat 21 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap. Pelanggan akan dihubungi kembali oleh pihak terkait bersama KAI,” tambah Anne.
Layanan trauma healing juga disediakan bagi pelanggan yang membutuhkan, dengan pengajuan melalui Posko Informasi maupun call center 0812-9660-5747. Pendampingan awal dapat dilakukan melalui telemedicine, sementara untuk keluarga pelanggan yang membutuhkan dilakukan secara langsung.
Posko Bekasi Timur tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026, melayani kebutuhan informasi, administrasi, serta pendampingan lanjutan.
Di sisi operasional, layanan Commuter Line Jabodetabek menunjukkan perbaikan yang konsisten dalam beberapa hari terakhir. Ketepatan waktu keberangkatan berangsur naik dari 71,54 persen pada 30 April menjadi 87,39 persen pada 1 Mei, lalu mencapai 88,84 persen pada 2 Mei. Ketepatan waktu kedatangan juga meningkat dari 68,46 persen menjadi 84,86 persen , dan kembali membaik hingga 87,04 % . Perjalanan yang mengalami keterlambatan semakin berkurang dengan waktu keterlambatan yang lebih terkendali.
Perbaikan serupa terlihat di lintas Cikarang. Ketepatan waktu keberangkatan meningkat dari 50 % menjadi 61 % , lalu mencapai 66 % , sementara kedatangan naik dari 44 % menjadi 57?n kemudian 61 % . Tren ini mencerminkan proses normalisasi yang berjalan semakin stabil.
Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang melintas di wilayah Bekasi Timur juga telah kembali berjalan dengan pola operasi yang terjaga. Dalam satu hari, terdapat 32 perjalanan KA dari Pasarsenen serta 36 perjalanan KA dari Gambir yang melintas di lintas tersebut.
Sejak operasional kembali berjalan pada 28 April hingga 2 Mei 2026, volume pengguna Commuter Line lintas Cikarang tercatat mencapai 574.644 pelanggan.
“Kami memahami bahwa setiap perjalanan memiliki arti bagi setiap pelanggan. Karena itu, kami akan terus hadir mendampingi, memastikan layanan berjalan aman, dan menjaga keandalan operasional ke depan,” tutup Anne.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Update Tabrakan Kereta Bekasi: 84 Penumpang Diperbolehkan Pulang, 17 Masih Dirawat |
|
|---|
| Pemeriksaan Saksi Kasus Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi, dari Pemerintah hingga Sopir Taksi |
|
|---|
| Kecelakaan Argo vs KRL, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Taxi Green hingga KAI Hari Ini |
|
|---|
| Dirut KAI Tinjau Operasional, Layanan KRL Berangsur Pulih |
|
|---|
| Bunga dan Doa Warnai Stasiun Bekasi Timur, Alesya: Kehilangan Teman Perjalananan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Bobby-Rasyidin-saat-ditemui-di-stasiun-Bekasi-Timur-senin.jpg)