Tabrakan KRL VS Argo Bromo Anggrek
Dedi Mulyadi Geram Tahu Ada Ormas Kuasai Perlintasan KA: Tindak Tegas!
Geram Tahu Ada Ormas Kuasai Perlintasan KA, Dedi Mulyadi: Tidak Boleh ada yang menguasai sesuatu yang bukan haknya di Jawa Barat
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyani (KDM) melayat ke rumah duka Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32).di Griya Asri 2 Blok H, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026).
Eka merupakan karyawan Kompas TV yang menjadi korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Suasana haru menyelimuti lokasi saat keluarga dan pelayat melepas kepergian korban.
Dalam kesempatan itu, Dedi menyoroti persoalan perlintasan kereta api yang dinilai masih menjadi masalah serius di berbagai daerah.
Ia menyebut banyaknya jalan baru yang dibangun tanpa melalui lintasan resmi milik PT KAI menjadi salah satu penyebab kecelakaan.
“Perlintasan kemarin itu problem di mana-mana. Banyak jalan dibangun baru, tapi bukan lintasan resmi PT KAI. Kalau tidak segera diamankan, peristiwa seperti ini akan terus terjadi,” ujar Dedi di rumah duka saat ditemui Wartakotalive.com, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan seluruh perlintasan, baik resmi maupun tidak resmi, harus segera dilengkapi sistem pengamanan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.
Selain itu, Dedi juga menyinggung kondisi wilayah yang padat penduduk, sehingga membutuhkan solusi jangka panjang berupa pembangunan flyover.
Ia menyebut rencana tersebut sudah masuk dalam program pembangunan Jawa Barat, meski pelaksanaannya dilakukan bertahap karena keterbatasan fiskal.
“Dengan kebijakan Pak Presiden yang akan membangun flyover, tentu kami berterima kasih. Itu sangat membantu,” katanya.
Menurutnya, pemerintah pusat juga memberikan perhatian terhadap penataan perlintasan kereta di berbagai daerah, mengingat banyaknya jalur yang muncul akibat perkembangan kawasan permukiman.
Tindak Tegas Ormas
Terkait adanya dugaan organisasi masyarakat (ormas) menguasai perlintasan KA di kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Dedi meminta aparat bertindak tegas.
“Tindak tegas ormasnya! Tidak boleh ada yang menguasai sesuatu yang bukan haknya di Jawa Barat,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses pembangunan flyover di Bekasi kini tengah memasuki tahap penyempurnaan Detailed Engineering Design (DED).
| Kisah Radit Rencanakan Liburan sebelum Harum Anjarsari Meninggal Akibat Tabrakan Kereta di Bekasi |
|
|---|
| Cerita Adik Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Dibangunkan Salat dan Sebut Vica Ingin Dikasih Bunga |
|
|---|
| Tangisan Iringi Pemakaman Karyawan Kompas TV Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi |
|
|---|
| Tangis Pecah di Cikarang: Kisah Pilu Vica, Insinyur Muda yang Gugur dalam Tragedi KRL Bekasi Timur |
|
|---|
| Cerita Ayah Vica, Putrinya Korban KRL Bekasi Sempat Hilang, Ditemukan Lewat DNA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-melayat-ke-rumah-duka-Nur-Ainia-Eka-Rahmadhyna.jpg)