Jumat, 8 Mei 2026

Tabrakan KRL VS Argo Bromo Anggrek

Korban Tewas Tragedi Bekasi Melonjak Jadi 14 Orang, Plt Bupati Sambangi Rumah Duka, Termasuk Guru SD

Korban Tewas Tragedi Bekasi melonjak Jadi 14 Orang, Plt Bupati Bekasi Sambangi Rumah Duka, Salah Satunya Guru SDN Pulogebang JAKTIM

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/Muhammad Azzam
KECELAKAAN KERETA - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja mengunjungi rumah duka guru SDN Nurlaela (40) di Kp Ceger RT 02/02 desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026). Asep Surya Atmaja mengonfirmasi bahwa dari data sementara, terdapat tiga warga Kabupaten Bekasi yang menjadi korban meninggal dunia dari 14 korban total seluruhnya. 

Ringkasan Berita:
  • Jumlah korban tewas tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur melonjak menjadi 14 orang hingga Selasa (28/4) pagi.
  • Nurlaela (40), guru PNS di Pulogebang asal Cikarang Timur, dimakamkan hari ini; ia meninggalkan seorang anak kelas 6 SD setelah menjadi korban saat pulang kerja.
  • Plt Bupati Bekasi memastikan tiga warganya tewas dan segera mengunjungi RSUD serta RS Bella guna memastikan penanganan medis bagi warga yang mengalami luka-luka.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Skala tragedi kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, kian memilukan.

Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan melonjak drastis menjadi 14 orang dimana semuanya adalah perempuan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bergerak cepat memastikan penanganan warganya yang terdampak, baik korban tewas maupun luka-luka.

Baca juga: Kata Sopir Taksi Hijau yang Diduga Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Hingga 14 Perempuan Meninggal

Pemakaman Guru Nurlaela Diiringi Isak Tangis

Plt Bupati Bekasi mengawali agendanya dengan mengunjungi rumah duka almarhumah Nurlaela (40) di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur.

Nurlaela merupakan seorang guru PNS di SD Pejagan 11, Pulogebang, Jakarta Timur, yang menjadi korban tewas dalam insiden tersebut saat dalam perjalanan pulang bekerja.

Isak tangis keluarga dan rekan sesama guru pecah saat jenazah mulai dimakamkan di tempat pemakaman dekat rumah duka sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut paman korban, Mulyadi, Nurlaela rutin menggunakan KRL setiap hari untuk bekerja.

Keluarga sempat cemas karena korban tak kunjung pulang dan telepon genggamnya ditemukan oleh pihak berwenang tanpa diketahui keberadaan pemiliknya.

Almarhumah meninggalkan seorang anak yang kini masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Baca juga: Evaluasi Keselamatan KRL, Menteri PPPA Minta Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah

Tiga Warga Kabupaten Bekasi Tewas, Plt Bupati Cek Rumah Sakit

Asep Surya Atmaja mengonfirmasi bahwa dari data sementara, terdapat tiga warga Kabupaten Bekasi yang menjadi korban meninggal dunia. 

Ketiganya berasal dari Kecamatan Sukatani, Cikarang Timur, dan Cibitung.

"Yang meninggal (warga Kabupaten) ada 3 orang. Untuk korban luka-luka, saya mau ke RSUD Kota Bekasi dan RS Bella untuk memastikan berapa warga kami yang dirawat dan bagaimana penanganannya," ujar Asep.

Pemkab Bekasi melalui Dinas Sosial juga telah menyiapkan santunan untuk meringankan beban keluarga korban.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved