Selasa, 12 Mei 2026

Tabrakan KRL VS Argo Bromo Anggrek

7 Orang Tewas pada Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur

Informasi dari petugas Kamar Jenazah RSUD Kota Bekasi menyebutkan, korban meninggal dunia berasal dari rangkaian KRL

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Joanita Ary
Warta Kota/Rendy Rutama
KECELAKAAN KERETA - Tabrakan antara kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL komuter terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, meninggalkan duka mendalam. Hingga proses evakuasi berlangsung, jumlah korban jiwa dilaporkan mencapai tujuh orang. Informasi dari petugas Kamar Jenazah RSUD Kota Bekasi menyebutkan, korban meninggal dunia berasal dari rangkaian KRL yang mengalami dampak paling parah akibat benturan. 

WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta — Tabrakan antara kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL komuter terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, meninggalkan duka mendalam.

Hingga proses evakuasi berlangsung, jumlah korban jiwa dilaporkan mencapai tujuh orang.

Informasi dari petugas Kamar Jenazah RSUD Kota Bekasi menyebutkan, korban meninggal dunia berasal dari rangkaian KRL yang mengalami dampak paling parah akibat benturan.

Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat, termasuk masinis. Kereta api antarkota tersebut mengangkut lebih dari 240 penumpang saat insiden terjadi.

Peristiwa nahas itu terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan kepanikan di lokasi.

Sejumlah saksi menyebut suara benturan terdengar keras, diikuti teriakan penumpang yang berusaha menyelamatkan diri dari gerbong yang rusak.

Bagian depan rangkaian KRL dilaporkan mengalami kerusakan berat, dengan beberapa gerbong ringsek.

Hingga malam hari, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan, termasuk petugas dari Badan SAR Nasional (Basarnas) dan unsur penyelamat lainnya.

Upaya penyelamatan menghadapi kendala teknis, terutama saat harus mengevakuasi korban yang terjepit di dalam badan kereta.

Material baja pada gerbong yang mengalami deformasi membuat proses pemotongan membutuhkan waktu lebih lama.

Petugas terlihat menggunakan peralatan berat untuk memotong bagian gerbong yang hancur, dengan harapan dapat menjangkau korban yang masih terperangkap.

Sejumlah penumpang yang berhasil dievakuasi langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga kini, penyebab pasti tabrakan antara kereta jarak jauh dan KRL tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Otoritas perkeretaapian bersama aparat terkait tengah mengumpulkan data dan keterangan guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan dan koordinasi dalam operasional transportasi rel, khususnya di jalur padat seperti wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved