Rabu, 22 April 2026

Kriminalitas

Marak Penipuan Modus Percepatan Haji, Warga Bekasi Diimbau Waspada

Puluhan warga Bekasi terima tawaran haji cepat, pemerintah pastikan itu penipuan.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Rendy Rutama
PENIPUAN - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi, Rian Fauzi, saat ditemui di kantornya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Selasa (14/4/2026). Dirinya meminta masyarakat waspada penipuan modus percepatan haji yang kini marak di Kota Bekasi. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi, Rian Fauzi, mengungkap maraknya penipuan berkedok percepatan haji.
  • Pelaku menawarkan sisa kuota dan meminta data pribadi melalui telepon atau tautan.
  • Puluhan warga telah melapor, namun belum ada kerugian.
  • Masyarakat diimbau waspada karena pemerintah tidak pernah meminta dokumen secara daring tanpa verifikasi langsung.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi, Rian Fauzi, sebut kasus penipuan berkedok percepatan ibadah haji kian marak.

Rian mengatakan, terkini, pihaknya telah menerima laporan dari warga berjumlah puluhan terkait modus tersebut.

“Kami sempat terima itu ada sekitar 20 orang lebih masyarakat Kota Bekasi yang mengkonfirmasi ke kami di Kementerian baik mendapatkan informasi di telepon dari orang yang tidak dikenal untuk bisa dilakukan percepatan haji," kata Rian, dikutip Selasa (14/4/2026).

Rian menjelaskan, dalam proses menipu itu, pelaku menawarkan kepada target perihal kuota haji yang sisa untuk bisa dilakukan percepatan.

Para pelaku kemudian meminta para korban untuk update KTP elektronik dan mengirim link.

Beruntung, warga yang lebih dulu melaporkan atau mengonfirmasi tawaran kepada pihaknya belum mengalami kerugian material.

“Dari sekian banyak warga masyarakat Kota Bekasi, yang mengkonfirmasi ke kami dan itu mereka langsung mengkonfirmasi dan Alhamdulillah belum ada satupun sebelumnya waktu itu yang mendapatkan kerugian material,” jelasnya.

Baca juga: 60 Pohon Tumbang di Jaktim, Penanganan Dikebut hingga Akhir Pekan

Rian menuturkan, modus penipuan serupa tidak hanya terjadi di Bekasi, melainkan juga di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Pihaknya pun telah melakukan sosialisasi dan memberikan imbayan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

“Jadi kami sampaikan sekali lagi melalui rekan-rekan media bahwa kami di Kementerian haji dan umroh tidak pernah meminta dokumen dan apapun melalui by phone dan walaupun kami telepon dan bapak ibu itu pasti kami minta ditunggu di kantor Kementerian Haji dan Umrah," tuturnya. (M37)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved