Minggu, 19 April 2026

Berita Bekasi

Bukan Superman Tapi Super Team, Plt Bupati Bekasi Rangkul Mahasiswa Bangun Daerah

Bukan Superman Tapi Super Team: Plt Bupati Bekasi Rangkul Mahasiswa Bangun Daerah

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
Diskominfo Bekasi
BUKAN SUPERMAN -Aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa Cipayung Plus di depan Komplek Pemkab Bekasi berakhir dengan dialog hangat. Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, memilih turun langsung menemui massa di titik aksi Patung Golok sebelum memboyong mereka berdiskusi di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Senin (6/4/2026) ). Foto: Diskominfosantik 
Ringkasan Berita:
  • Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menemui massa aksi Cipayung Plus dan mengajak mahasiswa berkolaborasi membangun daerah sebagai "Super Team".
  • Mahasiswa mendesak perbaikan pada sektor kesehatan, tenaga kerja, hingga pencegahan korupsi, yang langsung ditanggapi oleh Kepala OPD terkait di lokasi.
  • Pemerintah dan mahasiswa sepakat menggelar pertemuan teknis setiap bulan untuk memastikan seluruh poin tuntutan direalisasikan secara nyata dan transparan.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa Cipayung Plus di depan Komplek Pemkab Bekasi berakhir dengan dialog hangat.

Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, memilih turun langsung menemui massa di titik aksi Patung Golok sebelum memboyong mereka berdiskusi di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Senin (6/4/2026).

Dalam pertemuan yang dihadiri seluruh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda tersebut, Asep menekankan pentingnya kolaborasi ketimbang heroisme individu dalam mengelola pemerintahan.

Baca juga: TPA Burangkeng Overload, Pemkab Bekasi Gandeng Swasta Olah Sampah

"Masukan mahasiswa adalah energi untuk perbaikan. Kita ini bukan Superman, tapi kita akan jadikan Bekasi sebagai Super Team," tegas Asep di hadapan perwakilan PMII, HMI, GMNI, dan organisasi lainnya.

Respons Cepat dan Komitmen Rutin

Langkah taktis diambil Asep dengan menghadirkan langsung para Kepala Dinas dalam forum tersebut. 

Tujuannya agar sembilan poin tuntutan mahasiswa—mulai dari isu kesehatan, ketenagakerjaan, hingga mitigasi bencana—bisa langsung dijawab dan ditindaklanjuti secara teknis oleh dinas berwenang.

Ketua HMI Cabang Bekasi, Adil LM, mengapresiasi keterbukaan Pemkab Bekasi namun tetap menagih komitmen konkret.

Senada dengan itu, Ketua PMII Kabupaten Bekasi, M. Faisal Haq, mendesak agar slogan "Bangkit, Maju, Sejahtera" tidak hanya menjadi pajangan.

Baca juga: Disdukcapil Bekasi Buka Posko Adminduk Bagi Warga Terdampak Kebakaran SPBE

Sebagai bentuk pengawalan, mahasiswa dan pemerintah sepakat untuk menggelar pertemuan rutin setiap satu bulan sekali guna memantau perkembangan setiap tuntutan.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, yang turut hadir juga berjanji akan memperkuat fungsi pengawasan, terutama terkait regulasi ketenagakerjaan yang memberikan afirmasi bagi warga lokal.

Dialog ini menjadi sinyal positif di tengah tensi politik daerah, menunjukkan bahwa aspirasi di jalanan dapat bertransformasi menjadi solusi di meja perundingan.

 
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved