Kebakaran
Berkaca Kebakaran SPBE Cimuning, DPRD Akan Evaluasi Seluruh SPBE di Kota Bekasi
DPRD Bekasi pastikan penanganan korban kebakaran SPBE optimal dan dorong evaluasi kelayakan seluruh SPBE.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Anggota DPRD Kota Bekasi Anton meninjau lokasi kebakaran SPBE di Mustika Jaya untuk memastikan penanganan korban berjalan baik.
- Sebanyak 17 korban mengalami luka bakar dan dirawat di rumah sakit.
- DPRD meminta pendataan segera dilakukan serta akan mengevaluasi kelayakan seluruh SPBE agar insiden serupa tidak terulang dan standar keselamatan lebih diperketat.
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pasca kebakaran hebat, Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton meninjau langsung Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Kamis (2/4/2026) sore.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi terkini di lapangan sekaligus memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak berjalan optimal.
"Saat ini kami meninjau langsung terjadinya ledakan di Cimuning karena kebetulan ini wilayah dapil kami dan kami memastikan pemerintah siap untuk datang dan membantu masyarakat yang terdampak musibah," kata Anton di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Anton menjelaskan pihaknya juga fokus memantau kondisi korban yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, korban telah mendapatkan penanganan medis dengan baik.
"Jadi hari ini kan kami memfokuskan kepada korban yang dirawat di rumah sakit apakah sudah ditangani atau belum, dan alhamdulillah ternyata korban hari ini sudah ditangani dengan betul," jelasnya.
Baca juga: DPRD Kabupaten Bekasi Desak Pengelola SPBE Ganti Rugi kepada Warga Terdampak Kebakaran
Meski demikian, Anton meminta dinas terkait agar segera melakukan pendataan terhadap seluruh korban terdampak agar bantuan dapat segera disalurkan.
Selain memastikan penanganan korban, Komisi II DPRD Kota Bekasi juga menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPBE di Kota Bekasi.
Menurutnya, langkah ini penting guna memastikan seluruh SPBE beroperasi sesuai standar kelayakan dan keselamatan.
"Tidak lupa kami dari Komisi 2 Kota Bekasi akan mendata SPBE yang ada di Kota Bekasi, apakah sudah layak beroperasional ataukah sudah layak beroperasi dan kalau tidak mungkin langkah tegas kami untuk memberikan rekomendasi untuk segera diberhentikan," tegasnya.
Anton nenekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar operasional dan kelayakan fasilitas SPBE agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
"Tapi hari ini yang kami pastikan adalah operasional dan standar kelayakan semuanya harus diperhatikan dan jangan sampai terulang lagi seperti ini," pungkasnya.
Sebagai informasi, jumlah korban akibat kebakaran SPBE yang berlokasi di Jalan Cinyosog itu terus bertambah.
Kali ini, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya hingga Kamis (2/4/2026) sekira pukul 15.00 WIB, jumlah korban mencapai 17 orang.
"Sampai dengan saat ini ada 17 orang yang dilakukan perawatan, sebagian juga memang lukanya, luka bakar di atas 50 persen," kata Kusumo di lokasi, Kamis (2/4/2026).
| Kebakaran Hebat Gudang Ekspedisi di Depok, Saksi Sebut Ada Ledakan 20 Menit |
|
|---|
| Kebakaran Terjadi di Lubang Buaya Jaktim, Satu Orang Dikabarkan Tewas |
|
|---|
| Empat Kios di Cakung Terbakar Kamis Dini Hari, 65 Personel Damkar Dikerahkan |
|
|---|
| Kebakaran Gedung Kemendagri Jaksel Merembet ke Rumah Warga, Burung Peliharaan Mati Terpanggang |
|
|---|
| Gedung Ditjen Bina Pemdes Terbakar, Kemendagri Pastikan Layanan kepada Masyarakat Tetap Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KEBAKARAN-SPBE-BEKASI-Anggota-Komisi-II-DPRD-Kota-Bekasi-Anton-2.jpg)