Makan Bergizi Gratis
Dukung Program MBG, Wakapolri Targetkan Tanam Jagung 4 Juta Hektare
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menargetkan penanaman jagung 4 juta hektare pada 2026 untuk mendukung swasembada pangan.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG — Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menargetkan penanaman jagung seluas 4 juta hektare pada 2026 guna mendukung swasembada pangan nasional.
Target tersebut disampaikan saat memimpin penanaman jagung serentak kuartal I di kawasan Deltamas Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Sabtu (7/3/2026)
Dalam kegiatan itu, Wakapolri menargetkan penanaman jagung seluas 4 juta hektare pada 2026 guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Program tersebut dijalankan melalui penanaman jagung serentak yang dipusatkan di Polda Sumatera Selatan dan diikuti oleh 36 Polda di seluruh Indonesia.
"Pada kuartal pertama 2026 penanaman jagung ditargetkan mencapai lebih dari 100 ribu hektare. Program ini merupakan kelanjutan dari upaya yang telah dilakukan pada 2025," kata Dedi.
Baca juga: Kapolri: Polri Panen 3,5 Juta Ton Jagung Sepanjang 2025
Ia menjelaskan, capaian polri untuk penanaman jagung di tahun 2025 ada di lahan 661 ribu hektare dari target 1 juta hektare.
Oleh karenanya kekurangan di 1 juta hektare untuk tahun 2026 ini akan dipenuhi juga dengan target panen kurang lebih 4 juta hektare.
Menurutnya, dengan target penanaman 4 juta hektare pada 2026, produksi jagung nasional juga diproyeksikan meningkat. Pada program sebelumnya, panen jagung dari lahan yang dikelola Polri mencapai hampir 4 juta ton.
“Insyaallah kalau misalnya nanti kita tanam 1 juta hektare di tahun 2026 ini, maka target untuk panen juga di atas 4 juta hektare,” katanya.
Dedi menegaskan, keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan, khususnya komoditas jagung yang menjadi kebutuhan penting masyarakat Indonesia.
“Harapan dari Bapak Kapolri, sesuai dengan perintah Bapak Presiden, Bapak Kapolri ikut andil dan mengambil peran dalam wujudkan swasembada jagung khususnya untuk kebutuhan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.
Baca juga: Jagung Laris Jelang Tahun Baru 2026, Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Raup Omzet
Di tingkat daerah, kata Dedi berbagai inovasi juga telah dilakukan untuk mendukung program tersebut.
Salah satunya oleh Polda Metro Jaya yang tetap berupaya dilahan terbatas 50 hektare untuk dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
“Dengan keterbatasan lahan, Kapolda Metro Jaya sudah membuat inovasi-inovasi dan bekerjasama dengan pentahelix baik oleh pemerintah daerah, pihak swasta, dan juga pihak lainnya,” ungkapnya.
Dukung MBG
Ia menambahkan, lahan 50 hektare yang dimanfaatkan Polda Metro Jaya tersebut juga akan dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem rantai pasok untuk mendukung kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dimiliki Polda Metro Jaya.
| Politisi PKB Yakin, Kehadiran SPPG Bisa Serap Tenaga Kerja Baru di Jakarta |
|
|---|
| Mahfud MD Soroti MBG: Ada Kasus Lele Mentah dan Potensi Korupsi, Pemerintah Diminta Evaluasi |
|
|---|
| BGN Validasi Data Penerima Program Makan Bergizi Gratis di Depok |
|
|---|
| Uya Kuya: Makan Bergizi Gratis Dorong Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045 |
|
|---|
| Uya Kuya Yakin Program Makan Bergizi Gratis Bisa Lahirkan Generasi Emas 2045 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tanam-jagung-di-Kabupaten-Bekasi23.jpg)