Berita Bekasi
Banjir Rendam 16 Kecamatan, Plt Bupati Bekasi Minta Aparat Turun Lapangan
Hujan lebat memicu banjir di puluhan titik Kabupaten Bekasi. Plt Bupati instruksikan camat, lurah, dan kades bantu warga terdampak.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Curah hujan tinggi menyebabkan banjir di 16 kecamatan Kabupaten Bekasi dengan lebih dari 50 titik genangan, mayoritas wilayah langganan banjir.
- Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja meminta camat, lurah, dan kepala desa turun langsung membantu warga serta menyiapkan solusi pencegahan banjir.
- BPBD mencatat pengungsian tersebar di 10 desa pada 7 kecamatan dan penanganan darurat terus dilakukan bersama unsur terkait.
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.
Atas kondisi itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja meminta seluruh camat dan lurah maupun kepala desa untuk turun ke lapangan membantu warga yang terdampak banjir.
Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, banjir telah melanda 16 kecamatan dengan lebih dari 50 titik genangan.
Sebagian besar wilayah terdampak merupakan kawasan yang setiap tahun mengalami banjir berulang.
“Dalam beberapa waktu terakhir ini, curah hujan yang cukup lebat menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Data sementara, sudah berdampak di 16 kecamatan dengan lebih dari 50 titik,” ujarnya saat memimpin Apel Hari Desa di Plaza Pemkab Bekasi pada Senin (19/1/2025).
Ia mengungkapkan bahwa saat melakukan kunjungan langsung ke lapangan, mayoritas lokasi terdampak merupakan daerah langganan banjir.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai membahas langkah-langkah solusi bersama para camat dan lurah turun bantu warga terdampak banjir.
Selain itu juga agar disiapkan upaya dalam mengurangi risiko banjir ke depannya.
Baca juga: Sakit, Richard Lee Mangkir Jalani Pemeriksaan sebagai Tersangka Pelanggaran Perlindungan Konsumen
“Rata-rata wilayah yang saya kunjungi itu banjir langganan, setiap tahun pasti terjadi. Kemarin saya berdiskusi dengan camat, bagaimana solusinya, apakah melalui sodetan atau langkah teknis lainnya,” jelasnya.
Menurut dr. Asep, pemerintah daerah menargetkan upaya penanganan banjir secara bertahap agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.
Ia menekankan pentingnya langkah preventif dan mitigasi sejak dini. Sehubungan dengan kondisi tersebut, Plt Bupati Bekasi mengimbau seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah rawan banjir.
“Langkah antisipasi harus dilakukan, mulai dari memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan dan mitigasi bencana,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat serta hadir dan responsif saat terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.
“Keselamatan dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkas dr. Asep.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan hingga Sabtu malam, pengungsian tersebar di 10 desa pada 7 kecamatan, yakni Babelan, Tambun Utara, Cibitung, Sukawangi, Sukakarya, Cikarang Utara, dan Kedungwaringin.
| Proyek Wisata Air Kalimalang Dipastikan Molor, Ini Alasannya |
|
|---|
| Langkah Pemkot Bekasi Soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Pondok Gede |
|
|---|
| Cerita Damkar Kota Bekasi Sukses Selamatkan Mak Opah dari Gigitan Ular Berbisa |
|
|---|
| Polemik Lapangan Padel Dekat Sekolah di Bekasi Belum Usai, Pemkot Masih Stop Pembangunan |
|
|---|
| Waris Diperebutkan Tante, Kuasa Hukum Anak Yatim di Bekasi Tunjukkan Wasiat dan Akta Lahir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ANTISIPASI-BANJIR-Plt-Bupati-Bekasi-dr-Asep-Surya-Atmaja.jpg)