Berita Bekasi
DPRD dan Pemkot Bekasi Sepakati RAPBD 2026 Rp6,9 Triliun
Rekomendasi itu bertujuan memangkas birokrasi yang kerap menjadi penyebab lambatnya eksekusi anggaran.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- Pemkot dan DPRD Bekasi menyepakati RAPBD 2026 sebesar Rp6,9 triliun, dengan pendapatan Rp6,7 triliun dan defisit ditutup lewat pembiayaan daerah Rp173 miliar.
- DPRD menekankan percepatan penyerapan anggaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta memberi rekomendasi pemangkasan birokrasi dan perbaikan penyusunan RKA OPD.
- Wali Kota Tri Adhianto menyatakan Raperda segera diajukan ke Gubernur Jabar untuk disahkan dan dieksekusi sejak awal 2026.
Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 dengan nominal Rp6,9 triliun.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi, Alimudin mengatakan fokus utama dalam pembahasan rapat paripurna adalah komitmen untuk mempercepat realisasi dan penyerapan anggaran, lalu menyikapi lambatnya penyerapan di tahun-tahun sebelumnya.
Percepatan tersebut dinilai penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Secara rinci, pendapatan daerah Rp6,7 triliun bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp4,1 triliun dan transfer Rp2,6 triliun.
Kemudian belanja daerah ditetapkan lebih tinggi, yakni Rp6,9 triliun, dengan fokus pada pemenuhan prioritas pembangunan.
Baca juga: Banggar DPRD Kecam Dirut Perumda Tirta Patriot Bekasi Diduga Tidur saat Rapat: Tidak Beretika
Guna menutup selisih (defisit), pemerintah akan memanfaatkan pembiayaan daerah Rp173 miliar, yang berasal dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya dan penyertaan modal.
"Tentu harapan dari masyarakat dalam penyerapan anggaran tahun anggaran 2026 ini harus tepat waktu. Penyerapan anggaran bisa lebih cepat, pembangunan bisa lebih cepat juga, dan manfaatnya tentu cepat juga dirasakan oleh warga masyarakat," kata Alimudin, dikutip Jumat (28/11/25).
Alimudin menjelaskan usai melalui pembahasan mendalam, DPRD memberikan sejumlah rekomendasi krusial kepada Pemkot Bekasi.
Rekomendasi itu bertujuan memangkas birokrasi yang kerap menjadi penyebab lambatnya eksekusi anggaran.
Beberapa poin utama diantaranya meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih serius dalam menyusun Rencana Kerja Anggaran (RKA).
Kemudian memastikan kehadiran kepala perangkat daerah secara tepat waktu dalam setiap pembahasan.
"Kami merekomendasikan agar inspektorat melakukan review RKA pada perangkat daerah agar memiliki waktu yang cukup. Sehingga pembangunan bisa lebih mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah," jelasnya.
Sementara Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyambut baik kesepakatan tersebut.
| Imigrasi Deportasi 78 WNA yang Ditangkap saat Bekerja di Proyek Pusat Data Bekasi |
|
|---|
| Pemkab Bekasi Usulkan Fly Over dan Underpass di Dua Titik Rawan Kecelakaan Ini |
|
|---|
| Puluhan Disabilitas Netra Ikut Turnamen Catur di STPL Bekasi, dari Usia 12 hingga 70 Tahun |
|
|---|
| Peringati Hardiknas 2026, STPL Bekasi Gelar Pameran Karya Disabilitas |
|
|---|
| Atasi Kabel Semrawut Lewat Ducting, Tri Adhianto Tak Ingin Lihat Ada Lagi Galian Liar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rapat-penetapan-apbd-2026-bekasi.jpg)