Berita Jakarta
Gabungkan Taman Langsat, Ayodia, dan Leuser, Taman Bendera Pusaka Jadi Ikon Baru Jaksel
Integrasi Tiga RTH, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodia, dan Taman Leuser, Taman Bendera Pusaka Jadi Ikon Baru Jaksel
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta akan memulai pembangunan Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Proyek ini menggabungkan tiga taman eksisting, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodia, dan Taman Leuser, menjadi satu kawasan ruang terbuka hijau seluas 5,5 hektar, yang tidak hanya berfungsi ekologis tapi juga sosial, estetika, dan ekonomi.
Taman Bendera Pusaka dibangun di atas aset milik Pemprov DKI Jakarta yang dikelola oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut).
Dari sisi peruntukan tata ruang, taman ini berada dalam subzona RTH 4 (Taman Kelurahan) dan RTH 5 (Taman RW), serta telah masuk dalam kawasan pelestarian Cagar Budaya Kebayoran Baru.
Kawasan ini juga strategis karena berdekatan dengan kawasan TOD Blok M, pusat aktivitas publik yang terus tumbuh sebagai ikon urban Jakarta.
Baca juga: Relokasi Belum Jelas, Pedagang Pasar Barito Minta Kepastian: Kami Enggak Melawan
Tiga taman yang akan digabung ini memiliki luas total sekitar 55.281 meter persegi, terdiri dari Taman Langsat (38.125 meter persegi), Taman Ayodia (7.606 meter persegi), dan Taman Leuser (9.550 meter persegi).
Kawasan ini dikenal sebagai paru-paru kota Jakarta bagian selatan dan sudah lama menjadi ruang publik untuk warga sekitar.
Dalam pengembangannya, jembatan penghubung akan dibangun untuk mengintegrasikan seluruh area, sehingga pengunjung tidak perlu melintasi jalanan umum untuk berpindah taman.
Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta, Vera Refina Sari, proyek ini bukan sekadar renovasi taman, tetapi merupakan bentuk “rebirth” atau kelahiran kembali kawasan tiga taman yang tergabung menjadi Taman Bendera Pusaka, sebuah ruang publik baru yang lebih hidup, inklusif, dan multifungsi.
Dia menyampaikan, Taman Bendera Pusaka tidak hanya akan menghadirkan keindahan lanskap, tetapi juga mengelola tata air kawasan untuk membantu pengendalian banjir, memperkuat fungsi ekologis, sekaligus memperhatikan nilai sejarah dan budaya lokal.
“Diharapkan, taman ini bisa meningkatkan interaksi sosial warga, mendukung aktivitas olahraga, seni, dan kegiatan komunitas, menjadikannya sebagai representasi Jakarta sebagai kota global yang hijau dan berbudaya,” ungkap Vera yang dikutip pada Sabtu (9/8/2025).
Vera menjelaskan, dari sisi aksesibilitas, taman ini sangat mudah dijangkau, terutama karena dekat dengan jaringan transportasi umum seperti MRT, BRT, dan Mikrotrans.
“Hal ini akan mendorong lebih banyak warga memanfaatkan ruang terbuka ini sebagai tempat berkegiatan harian,” ujarnya.
Vera menambahkan, pembangunan Taman Bendera Pusaka ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025, dengan pendanaan berasal dari pelampauan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Setelah taman ini selesai, Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan transformasi serupa di taman-taman lainnya.
Cegah Kelompok Anarkis Masuk ke Permukiman, Warga Palmerah Jakarta Barat Bersama-sama Jaga Kampung |
![]() |
---|
Jalan Asia Afrika Kembali Normal Usai Kericuhan, Massa Bertahan di Depan Senayan City |
![]() |
---|
AI di ITCS Tidak Terelakkan, Basri Baco Ingatkan Jangan Sampai Hapus Peran Manusia |
![]() |
---|
Dua Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Layani 43 Juta Penumpang |
![]() |
---|
Pemprov DKI Jakarta Dinilai Berpihak ke Rakyat, DPRD Ingatkan Tantangan Banjir hingga Kemacetan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.