Berita Jakarta

Gabungkan Taman Langsat, Ayodia, dan Leuser, Taman Bendera Pusaka Jadi Ikon Baru Jaksel

Integrasi Tiga RTH, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodia, dan Taman Leuser, Taman Bendera Pusaka Jadi Ikon Baru Jaksel

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Yulianto
TAMAN BENDERA PUSAKA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) didampingi Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Fajar Sauri (kiri) dan Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar (kanan) saat meninjau jelang groundbreaking Taman Bendera Pusaka di Taman Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025). Peninjauan jelang groundbreaking pembangunan Taman Bendera Pusaka ini nantinya akan menggabungkan tiga taman yaitu Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser. Warta Kota/Yulianto 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta akan memulai pembangunan Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Proyek ini menggabungkan tiga taman eksisting, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodia, dan Taman Leuser, menjadi satu kawasan ruang terbuka hijau seluas 5,5 hektar, yang tidak hanya berfungsi ekologis tapi juga sosial, estetika, dan ekonomi.

Taman Bendera Pusaka dibangun di atas aset milik Pemprov DKI Jakarta yang dikelola oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut).

Dari sisi peruntukan tata ruang, taman ini berada dalam subzona RTH 4 (Taman Kelurahan) dan RTH 5 (Taman RW), serta telah masuk dalam kawasan pelestarian Cagar Budaya Kebayoran Baru.

Kawasan ini juga strategis karena berdekatan dengan kawasan TOD Blok M, pusat aktivitas publik yang terus tumbuh sebagai ikon urban Jakarta.

Baca juga: Relokasi Belum Jelas, Pedagang Pasar Barito Minta Kepastian: Kami Enggak Melawan

Tiga taman yang akan digabung ini memiliki luas total sekitar 55.281 meter persegi, terdiri dari Taman Langsat (38.125 meter persegi), Taman Ayodia (7.606 meter persegi), dan Taman Leuser (9.550 meter persegi).

Kawasan ini dikenal sebagai paru-paru kota Jakarta bagian selatan dan sudah lama menjadi ruang publik untuk warga sekitar.

Dalam pengembangannya, jembatan penghubung akan dibangun untuk mengintegrasikan seluruh area, sehingga pengunjung tidak perlu melintasi jalanan umum untuk berpindah taman.

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta, Vera Refina Sari, proyek ini bukan sekadar renovasi taman, tetapi merupakan bentuk “rebirth” atau kelahiran kembali kawasan tiga taman yang tergabung menjadi Taman Bendera Pusaka, sebuah ruang publik baru yang lebih hidup, inklusif, dan multifungsi.

Dia menyampaikan, Taman Bendera Pusaka tidak hanya akan menghadirkan keindahan lanskap, tetapi juga mengelola tata air kawasan untuk membantu pengendalian banjir, memperkuat fungsi ekologis, sekaligus memperhatikan nilai sejarah dan budaya lokal.

“Diharapkan, taman ini bisa meningkatkan interaksi sosial warga, mendukung aktivitas olahraga, seni, dan kegiatan komunitas, menjadikannya sebagai representasi Jakarta sebagai kota global yang hijau dan berbudaya,” ungkap Vera yang dikutip pada Sabtu (9/8/2025).

Vera menjelaskan, dari sisi aksesibilitas, taman ini sangat mudah dijangkau, terutama karena dekat dengan jaringan transportasi umum seperti MRT, BRT, dan Mikrotrans.

“Hal ini akan mendorong lebih banyak warga memanfaatkan ruang terbuka ini sebagai tempat berkegiatan harian,” ujarnya.

Vera menambahkan, pembangunan Taman Bendera Pusaka ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025, dengan pendanaan berasal dari pelampauan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

Setelah taman ini selesai, Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan transformasi serupa di taman-taman lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved