Liga Italia
Henrikh Mkhitaryan Koar-koar Merebut Scudetto 2021/2022 Setelah Kompak Lagi dengan Jose Mourinho
Henrikh Mkhitaryan bisa dibilang sebagai salah satu pemain terbaik I Giallorossi sepanjang musim 2020/21. Mkhi mencetak 13 gol dan memberikan 11 asis.
Penulis: Sigit Setionoo | Editor: Sigit Setionoo
HENRIKH Mkhitaryan begitu bersemangat melakoni seluruh kegiatan pramusim AS Roma bersama pelatih Jose Mourinho.
Ia bahkan berkoar-koar bahwa Giallorossi siap menggondol Scudetto Serie A Liga Italia musim 2021/2022.
Koar-koar Mkhi memang tidak terlepas dari kehadiran Jose Mourinho yang pernah melatih Manchester United dan Tottenham Hotspur.
Bersama Mou, Mkhi mengatakan bahwa Roma akan bersaing dengan elit Serie A untuk gelar liga Italia 2021/2022.
Veteran Armenia itu bisa dibilang sebagai salah satu pemain terbaik I Giallorossi sepanjang musim 2020/21.
Mkhi mencetak 13 gol dan memberikan 11 assist dalam 34 pertandingan Serie A.
Ia pun begitu optimistis bahwa klub yang berbasis di Roma itu dapat meningkatkan posisi finis dari posisi ketujuh musim 2020/2021 ke papan atas atau zona Liga Champions, bahkan jawara.
“Kami akan melakukan segalanya untuk menjadi protagonis dan membawa pulang kemenangan sebanyak mungkin,” kata Mkhitaryan kepada Il Corriere dello Sport.

Mkhitaryan telah mencetak 24 gol dan membantu dalam 19 gol lainnya dalam 73 pertandingan kompetitif untuk Roma sejak ia tiba pada 2019.
Mkhi sudah pernah bertemu dengan Mourinho, ketika mereka sama-sama bermarkas di Old Trafford. Mkhi meninggalkan Old Trafford pada 22 Januari 2018, sedangkan Mourinho mulai melatih di Old Trafford pada 1 Juli 2016.
Keduanya pernah berselisih.
Saat di Old Trafford, Mkhitaryan menjadi rekrutan kedua Mourinho dalam transfer senilai 26,3 juta poundsterling dari Borussia Dortmund pada 2016.
Ia memainkan peran penting dalam kampanye kemenangan United di Liga Europa, mencetak gol di final melawan Ajax.
Namun, Mkhitaryan kemudian dijual ke Arsenal dalam kesepakatan pertukaran yang melibatkan Alexis Sanchez.
Mkhitaryan juga mengalami awal yang sulit untuk kariernya di United, hanya sekali menjadi starter di Liga Premier dalam tiga setengah bulan pertamanya di Inggris.