Liga Italia

Henrikh Mkhitaryan Koar-koar Merebut Scudetto 2021/2022 Setelah Kompak Lagi dengan Jose Mourinho

Henrikh Mkhitaryan bisa dibilang sebagai salah satu pemain terbaik I Giallorossi sepanjang musim 2020/21. Mkhi mencetak 13 gol dan memberikan 11 asis.

Penulis: Sigit Setionoo | Editor: Sigit Setionoo
@ASRomaEN
Henrikh Mkhitaryan resmi bergabung AS Roma 

Tapi kini Mkhi dan Mourinho telah menyelesaikan perbedaan mereka. Pemain berusia 32 tahun itu pun siap untuk menempatkan dirinya pada pelatih baru Giallorossi.

Henrikh Mkhitaryan menegaskan bahwa hubungannya dengan Jose Mourinho di Manchester United tidak relevan sekarang saat mereka bersatu kembali di Roma.

Jose Mourinho berhasil membawa AS Roma menang telak 10-0 atas
Jose Mourinho berhasil membawa AS Roma menang telak 10-0 atas (asroma.com)

Mkhi menandatangani perpanjangan satu tahun dengan Roma setelah klub menunjuk Mourinho sebagai manajer.

“Apa yang terjadi di Manchester tetap di Manchester. Kami berbicara sebagai orang dewasa, kami berdua ingin pergi dengan cara yang sama, kami berdua ingin memenangkan sesuatu untuk Roma. Satu-satunya hal yang penting adalah tahun ini,” kata Mkhitaryan kepada Corriere dello Sport.

“Dia adalah orang yang sama, tetapi dengan keinginan yang lebih besar untuk menang daripada saat itu (di United). Pelatih seperti dia tidak pernah menyerah, dia selalu ingin menang. Ini karakteristik bawaan, tidak dapat diperoleh dari waktu ke waktu. Mourinho spesial untuk alasan ini," kata Mkhi.

Terkait dengan kondisi tim Roma, Henrikh Mkhitaryan mengatakan bahwa ada sedikit soal yang akan diselesaikan oleh Mourinho terkait dengan posisi kapten.

Ini terkait dengan dualisme Edin Dzeko dan Lorenzo Pellegrini.

Menjelang akhir musim 2020/2021, Dzeko bentrok dengan pelatih Paulo Fonseca yang kemudian digantikan Mourinho.
Fonseca melepas ban kapten dari Dzeko sejak Januari 2020.

Mou sepertinya juga condong kepada Lorenzo Pellegrini sebagai kapten. musim ini di bawah Jose Mourinho, setelah Dzeko dicopot dari perannya pada Januari menyusul perselisihan dengan Fonseca.

“Itu adalah situasi yang buruk bagi kami semua dan tidak ada yang menginginkan perpecahan seperti itu berkembang,” kata Mkhitaryan kepada Corriere dello Sport.

“Hal positifnya adalah kami terus bekerja dan bermain bersama untuk tim. Kami menemukan kesepakatan dan mencapai akhir musim, ketika Edin membantu kami. Dzeko kapten kami. Ia punya pengalaman, karisma, dan cara semua orang mencintainya. Ban lengan tidak masalah,” kata Mkhi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved