Selasa, 7 April 2026

Ratusan Warga Antre Daging Murah di Bekasi

"Daging beku dijual Rp 75.000 per kilogram, sedangkan daging fresh harganya Rp 90.000 per kilogram," katanya saat ditemui di lokasi, Kamis (22/6).

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Murtopo
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ratusan warga Kota Bekasi dan Jakarta Timur memburu daging sapi murah dalam operasi pasar di Toko Daging Nusantara, Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Kota Bekasi, Kamis (22/6) pagi. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Ratusan warga Kota Bekasi dan Jakarta Timur mengantre saat memburu daging sapi murah dalam operasi pasar di Toko Daging Nusantara, Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Kota Bekasi, Kamis (22/6) pagi.

Warga yang mayoritas kaum ibu-ibu ini telah mengantre di lokasi sejak pukul 06.00.

Salah seorang pembeli Sumiyati (41) mengatakan, di pasaran harga daging sapi dijual Rp 120.000 per kilogram.

Namun daging beku dan daging fresh yang dijual oleh PT Suri Nusantara Jaya ini jauh lebih murah.

"Daging beku dijual Rp 75.000 per kilogram, sedangkan daging fresh harganya Rp 90.000 per kilogram," katanya saat ditemui di lokasi, Kamis (22/6).

Sumiyati mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar murah ini.

Selain harga daging yang ditawarkan lebih terjangkau, kualitas daging sapi impor asal India ini juga baik.

Bahkan pengemasannya, kata dia, sangat rapi dan bersih.

"Tidak ada bercak darah atau kotor dalam kemasan dagingnya," ujar warga Jalan Raya Ceger RT 05/01, Cipayung, Jakarta Timur ini.

Dalam kesempatan itu, Sumiyati membeli 3 kilogram daging sapi beku.

Setiap tahun saat menjelang lebaran, dia memang selalu membeli daging sapi untuk dijadikan hidangan rendang atau semur daging.

"Semoga kegiatan ini terus dilakukan setiap tahun, kalau perlu tiga bulan sekali," ujarnya.

Warga lainnya, Abdullah (35) mengetahui adanya operasi pasar murah ini dari tetangganya.

Dalam kesempatan itu, Abdullah membeli daging sapi beku seberat 5 kilogram untuk dijadikan rendang.

"Operasi pasar murah ini sangat meringankan kami yang berpenghasilan rendah untuk menyantap daging," ujar pria yang bekerja buruh ini.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved