Jumat, 24 April 2026

Mudik Motor Aman Lebaran 2026: Ini Tips dari Trainer Yamaha dan Rider NMAX Turbo

Jarak ratusan kilometer, kondisi jalan yang beragam, cuaca yang tidak menentu, hingga kelelahan fisik menjadi faktor risiko yang wajib diperhatikan.

|
Tribunnews
TIPS BERKENDARA - Trainer Yamaha Riding Academy, Muhamad Arief dan Bayu Hamdani, Anggota Indonesia MAX Owner (IMI) membagikan tips persiapan berkendara jarak jauh menjelang musim mudik Lebaran dalam podcast Tribun Corner bersama Yamaha. 

WARTAKOTALIVE.COM – Mudik menggunakan sepeda motor masih menjadi pilihan jutaan warga Indonesia setiap tahunnya. Selain lebih fleksibel dalam menembus kemacetan, berkendara motor dianggap lebih hemat dan praktis.

Namun, perjalanan mudik menggunakan motor juga kerap menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Jarak tempuh ratusan kilometer, kondisi jalan yang beragam, cuaca yang tidak menentu, hingga kelelahan fisik menjadi faktor risiko yang wajib diperhatikan pengendara.

Berdasarkan data Korlantas Polri, sepeda motor mendominasi angka kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2025 dengan lebih dari 2.300 kendaraan terlibat. Meski angka kecelakaan total turun sekitar 31–40 persen dibandingkan 2024, pemudik motor tetap menjadi penyumbang tertinggi.

Kecelakaan umumnya dipicu oleh faktor human error, seperti mengantuk, kurang konsentrasi, atau kondisi motor yang tidak prima sebelum berangkat.

Lantas, bagaimana agar perjalanan mudik dengan motor tetap aman dan nyaman?

3 Faktor Penting Touring Aman Saat Mudik Lebaran Menurut Trainer Yamaha

Trainer Yamaha Riding Academy Muhamad Arief dalam podcast Tribun Corner membagikan tips persiapan touring jarak jauh. 

Menurutnya, kenyamanan dan keamanan touring untuk mudik dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang saling berkaitan, yakni kesiapan pengendara, kondisi motor, dan pemahaman terhadap jalur perjalanan.

  1. Faktor Pengendara

    Arief menekankan bahwa persiapan tidak cukup hanya soal fisik dan stamina. Mengenakan perlengkapan keselamatan tidak boleh diabaikan sebelum memulai perjalanan jauh, ditambah dengan mematuhi peraturan lalu lintas.

    Menurutnya, helm, jaket, dan sarung tangan yang nyaman bukan sekadar aksesori, melainkan lapisan perlindungan pertama yang menentukan keselamatan pengendara di jalan.

    "Rider harus pakai safety gear, seperti helm, jaket, sarung tangan yang nyaman. Lalu, pastikan cukup istirahat sebelum touring," ujar Arief.

    Selain itu, ia mengingatkan bahwa kemampuan konsentrasi manusia saat berkendara memiliki batas waktu optimal. Setelah dua hingga tiga jam berkendara, kelelahan mulai menggerus fokus dan refleks pengendara.

    "Saat perjalanan jauh, biasanya konsentrasi manusia optimal sekitar 2–3 jam. Kalau sudah capek atau ngantuk, sebaiknya berhenti dulu, stretching, lalu lanjut lagi," jelasnya.

  2. Faktor Motor

    Memastikan motor dalam kondisi prima sebelum berangkat adalah langkah yang krusial. Arief menyarankan pengendara melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari lampu, kelistrikan, hingga tekanan ban.

    "Pastikan motor dalam kondisi prima. Cek lampu, kelistrikan, tekanan ban, dan kalau perlu lakukan servis di bengkel resmi sebelum perjalanan jauh," kata Arief.

    Arief juga menjelaskan bahwa motor modern kini dilengkapi fitur keselamatan aktif yang turut membantu pengendara dalam kondisi jalan tidak terduga.

    Pada NMAX Turbo misalnya, Arief menyebut, terdapat Traction Control System (TCS) dan dual channel Anti-lock Braking System (ABS) yang dirancang untuk mencegah ban slip dan roda terkunci saat pengereman mendadak, termasuk di permukaan jalan licin atau berpasir yang kerap ditemui dalam perjalanan mudik.

    NMAX Turbo sendiri merupakan satu-satunya motor 155cc di Indonesia yang mengintegrasikan Dual Channel ABS dan Traction Control sekaligus dalam satu paket, menjadikannya pilihan yang relevan bagi pemudik yang menempuh ratusan kilometer dengan kondisi jalan bervariasi.

  3. Faktor Jalan

    Faktor lainnya yang wajib diperhatikan pemudik adalah rute perjalanan. Arief menegaskan bahwa mengetahui kondisi jalan sejak awal dapat membantu pengendara mengantisipasi risiko dan mengatur stamina dengan lebih baik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved