Kamis, 23 April 2026

Berita Bekasi

DPRD Kota Bekasi Targetkan 2026 Zero Case Bullying di Dunia Pendidikan

Wildan Fathurrahman berharap kedepannya dapat tercipta lingkungan pendidikan yang nyaman.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/TribunBekasi/RendyRutamaPutra
ANTISIPASI BULLYING- Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman bicara soal fenomena bullying (TribunBekasi/RendyRutamaPutra). 

WARTAKOTALIVE.COM,  KOTA BEKASI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi targetkan Zero Case Bullying atau Nol Kasus Perundungan di dunia pendidikan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman berharap ke depannya dapat tercipta lingkungan pendidikan yang nyaman.

Guna merealisasikan harapan itu, ia akan mengajak Pemkot Bekasi untuk berkolaborasi memfokuskan persoalan tersebut.

"Lingkungan belajar yang aman di Kota Bekasi tentu butuh kondusifitas pendidikan yang nyaman bebas bullying dan ramah anak, dan ini saya kira hal ini hari ini dan 2026 mendatang tetap menjadi konsentrasinya," kata Wildan, Selasa (2/12/2025).

Baca juga: Mensos Minta Orang Tua Perlu Tidak Khawatir, Sekolah Rakyat Tidak Boleh Ada Bullying dan Intoleransi

Peningkatan Kasus

Persoalan bullying rupanya tidak boleh dianggap remeh, terlebih jumlah kasus di Kota Bekasi tengah meningkat hingga 20 persen.

Hanya saja Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia Sidik mengatakan belum dapat menyampaikan secara rinci data tersebut.

Sebab pihaknya akan terlebih dahulu dengan pihak relevan, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

"Hitungannya terakhir itu ada sekeiria 20 persen naik, tapi fix jumlahnya berapa kami belum dapat disampaikan," kata Adelia, Jumat (21/11/2025).

Seiring meningkatnya jumlah kasus, Adelia meminta kepada para orangtua, atau bahkan pihak sekolah jika korban berstatus pelajar untuk lebih bersikap bijak.

"Harapannya kami sebagai yang lebih dewasa menjaga anak-anak itu bukan membela yang salah, tapi kalau salah sampaikan salah, dan benar bilang benar," jelasnya.

Adelia menuturkan meningkatnya kasus juga dilandasi karena korban melakukan speak up atau berbicara ke publik.

Ia pun mengapresiasi korban bullying yang berkenan melakukan hal itu.

Terlebih usai speak up, korban langsung melaporkan kejadian ke orangtua maupun aparat penegak hukum.

"Trend positifnya kalau saat ini saya lihat banyak yang sudah berani lebih speak up," tuturnya.

Politikus partai Golkar itu menyampaikan beberapa masyarakat saat ini mampu memanfaatkan dengan baik pengoperasian sosial media (Sosmed).

Korban maupun orangtua sudah mulai berani berbicara di depan umum melalui sosial media dan bersikap tegas.

"Orangtua sudah bisa memanfaatkan sosmed dengan baik dan benar atau bijak, karena itu tadi saya bilang bukan kasusnya bertambah tapi sekarang orangtuanya yang sudah mulai speak up," ucapnya.

Meski begitu, Adelia berharap kedepannya tidak akan ada lagi perkara bullying.

"Saya berharap trend positif ini dalam tanda kutip berharap tetap tidak ada bullying," harapnya. (M37).

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved