KPK Temukan Empat HP di Plafon Rumah Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer
Penyidik KPK menemukan empat unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani.
WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah tegas dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan terkait sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.
Tim penyidik menggeledah rumah mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel.
Dalam operasi tersebut, penyidik KPK menemukan empat unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani.
Keempat ponsel itu tidak disimpan secara terbuka, melainkan disembunyikan di balik plafon rumah.
“Benar, tim menemukan empat HP yang disembunyikan di plafon rumah saudara IE,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi, Senin (25/8/2025).
Temuan itu, menurut KPK, akan dianalisis lebih lanjut untuk menelusuri jejak komunikasi yang mungkin berkaitan dengan dugaan praktik pemerasan.
“Perangkat tersebut akan diperiksa untuk mengetahui sejauh mana keterkaitan dengan perkara yang sedang kami dalami,” ujar Budi.
Penggeledahan di kediaman Noel menambah daftar rangkaian penyidikan KPK dalam mengusut praktik penyalahgunaan wewenang di sektor ketenagakerjaan.
Kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 ini sebelumnya mencuat setelah adanya laporan dari sejumlah pihak yang merasa dimintai sejumlah uang dalam proses penerbitan sertifikasi.
Immanuel Ebenezer sendiri belum memberikan keterangan langsung kepada media mengenai penggeledahan di rumahnya maupun temuan ponsel yang disebut KPK.
Namun, kasus ini kembali menempatkan dirinya dalam sorotan publik setelah sebelumnya kerap dikaitkan dengan berbagai isu politik dan kebijakan publik.
KPK menegaskan, penggeledahan yang dilakukan merupakan bagian dari prosedur standar dalam mengungkap bukti tambahan.
Lembaga antirasuah itu menyatakan komitmennya untuk mengusut kasus ini secara tuntas demi menegakkan integritas pelayanan publik di sektor ketenagakerjaan.
Seiring proses hukum yang berjalan, publik menantikan kejelasan perkara yang menyeret nama mantan pejabat ini.
Temuan ponsel di plafon rumah Noel dipandang menjadi petunjuk penting yang bisa membuka tabir dugaan praktik pemerasan di lingkaran Kementerian Ketenagakerjaan.
| Buntut Kasus Imigrasi Jakbar, DPRD DKI Jakarta Minta KPK Telusuri Sistem Kependudukan Jakarta |
|
|---|
| KPK Benarkan Nama Raffi Ahmad Terseret Penyidikan Bea Cukai |
|
|---|
| Bupati Kembali Kena OTT KPK, Kini Jatah Bupati Muara Enim |
|
|---|
| KPK: Silmy Karim Terima Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA |
|
|---|
| Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, Hakim: Berprestasi Saat Jadi Wamenaker |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/NOEL-TAHAN-TANGIS-Wakil-Menteri-Ketenagakerjaan-03947.jpg)