Rabu, 13 Mei 2026

Kecelakaan Kereta

Paniknya Penumpang KRL Jenggala 471A Saat Lakukan Pengereman Mendadak!

Kereta Api Komuter Jenggala yang membawa sejumlah penumpang gagal berhenti di Stasiun Sidoarjo karena sistem pengereman tidak berfungsi.

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Instagram @surabaya.go
KRL REM BLONG --Kereta Api Komuter Jenggala yang membawa sejumlah penumpang gagal berhenti di Stasiun Sidoarjo karena sistem pengereman tidak berfungsi. Kereta baru berhenti 14 menit kemudian sejauh beberapa kilometer dari stasiun dalam kondisi mati mesin. Atas kejadian itu membuat para penumpang panik dan histeris. Peristiwa mencekam ini terjadi pada Selasa (19/8) malam hari. 

WARTAKOTALIVECOM, Sidoarjo — Kereta Api Komuter Jenggala yang membawa sejumlah penumpang gagal berhenti di Stasiun Sidoarjo karena sistem pengereman tidak berfungsi.

Kereta baru berhenti 14 menit kemudian sejauh beberapa kilometer dari stasiun dalam kondisi mati mesin.

Atas kejadian itu membuat para penumpang panik dan histeris.

Peristiwa mencekam ini terjadi pada Selasa (19/8) malam hari.

Ketakutan dan cemas dirasakan ratusan penumpang.

Rangkaian kereta yang seharusnya berhenti di Stasiun Sidoarjo justru melaju terus dan baru berhasil dihentikan secara darurat beberapa kilometer dari stasiun.

Peristiwa bermula ketika lampu dalam gerbong tiba-tiba padam.

Suasana yang awalnya tenang lantas berubah tegang setelah, menurut kesaksian penumpang, seorang penumpang berteriak “rem blong”.

Teriakan itu memicu kepanikan, dimana penumpang di bagian depan berlari ke arah gerbong belakang, beberapa orang saling dorong, dan ada yang memilih turun memanjat pintu ketika kereta berhenti.

Sejumlah laporan menyebut satu penumpang sempat melompat dari kereta saat situasi memuncak.

Masinis melaporkan rangkaian akhirnya berhenti darurat pada pukul 19.18 WIB di titik kilometer 28+1 pada petak jalan antara Sidoarjo dan Tanggulangin, Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi.

Titik pemberhentian itu terletak beberapa kilometer di luar Stasiun Sidoarjo yang semestinya menjadi tujuan akhir perjalanan.

Seperti dilansir dari Harian Kompas, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, yang dikonfirmasi media menegaskan bahwa seluruh penumpang dalam kondisi selamat dan petugas telah melakukan langkah pengamanan pascakejadian.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi, namun belum membeberkan penyebab teknis insiden tersebut karena masih dalam proses penyelidikan.

Dugaan awal dari kejadian ini disebutkan mengarah pada masalah pengereman, yang oleh beberapa penumpang dipahami sebagai “rem blong”.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved